Imperfect Love
“Aku mau cari yang … nggak usah neko-nekolah.”
“Ribet, ah, Mas, terlalu banyak alasan.” Arista jadi capek sendiri memberi nasihat pada Bira, karena tidak juga didengar. Kalau bukan atasannya, Arista pasti sudah memberi pukulan pada lengan Bira karena membuatnya kesal.
Bira terkekeh. “Bukan alasan, Ris. Tapi jodoh itu memang harus pas di hati, karena dijalaninya seumur hidup.”