Tamu yang Tak Diundang
Bi Jum mengangguk pasti, meyakinkan.
"Nangis," sahutnya lagi membuat kedua pupil mataku membesar. Reflek tanganku mengusap pipi yang basah. Bisa jadi ini jejak air mataku sendiri.
"Malik bagaimana? Maksudnya apa ada terdengar ia menangis atau mengigau sepertiku? Maaf, Bi. Saya memang ada di sini, tapi karena kelelahan, Saya nggak dengar apapun," tanyaku disertai sedikit rasa malu. Bisa-bisanya aku mengigau sambil menangis. Entah apa yang kukatakan. Semoga bukan hal yang memalukan. Aku sendiri tak sadar apalagi ingat apa yang sudah terjadi saat tertidur.