Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Undying Tales of AGORA BEAK

The Undying Tales of AGORA BEAK

Jurnal Sore
Cikarang, 2004. tingkat pertambahan pengidap Sindrom Ludens begitu tinggi, sindrom yang dianekdotkan sebagai sumber kesialan dan akan menghidapi nasib buruk di sekitarnya. Jimi Bandri, 15 Tahun, menantang arus dengan tetap memperlihatkan ciri khas pengidap sindrom laknat itu. Karakteristik itu adalah Heterochromia, dengan salah satu bola matanya berwarna kuning cerah, secerah matahari pagi. Seiring kesembronoannya, kehidupan remaja ia lalui dengan sulit dan penuh perjuangan. Meski ia tidak ungkapkan, rasa penasaran menghinggapi hatinya. Bersama temannya Afif, mereka justru terjerumus dalam organisasi rahasia yang memiliki memusnahkan monster bernama Terak. Jimi mengetahui info lain jika,
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
Ashraf: Penguasa Terakhir

Ashraf: Penguasa Terakhir

Ashraf Samar Anand menyembunyikan identitasnya sebagai pimpinan mafia terbesar se-Asia demi mengungkap pelaku pembunuhan keluarganya. Untuk menjalankan misinya, Ashraf menyusup dalam kelompok musuh yang bernama "Blair Fulton". Di dalam kelompok tersebut Ashraf diangkat menjadi TUKANG PUKUL yang menjadi algojo sekaligus eksekutor pembunuh Blair Fulton. Karena dianggap sebagai pekerja rendahan, Ashraf selalu mendapatkan hinaan serta cacian dari para anggota Blair Fulton bahkan gadis yang dia cintai juga melakukan hal yang sama. Hingga suatu hari ada surat kaleng yang masuk ke markas Blair Fulton yang berisi identitas asli Ashraf. Lalu bagaimana reaksi para anggota Blair Fulton saat ta
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
Ayah Dari Anakku Adalah Sang CEO Arogan

Ayah Dari Anakku Adalah Sang CEO Arogan

Diana Rosalina (25 tahun) telah melakukan satu kesalahan di usia remajanya. Ia telah menyerahkan kesuciannya pada sang kekasih, Attala Zain Dimitri (26 tahun). Gadis pendiam itu pun akhirnya mengandung tanpa sepengetahuan Zain. Ia menyembunyikan identitasnya selama bertahun-tahun. Hingga waktu mempertemukan mereka pada pilihan masing-masing. Dan sayangnya, dibalik kebaikan Brian Aditama (27 tahun) ada satu rencana yang tidak diketahui sama sekali oleh, Rose. Zain datang kembali dengan karakter yang berbeda. Lelaki yang sudah mengkhianatinya itu, sekarang telah menjelma menjadi seorang CEO yang cukup disegani di tempat mereka bekerja. Hingga kenyataan membuka kedua bola matanya, "S
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 747 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

CucokStory
"Kamu tak berpikir jika aku akan membantumu secara percuma bukan?" Seketika raut wajah Arinda terlihat menegang, dia kembali mendongak menatap wajah Zayn. Arinda menelan ludah, seketika harapan yang sempat tergambar jelas di wajahnya hilang berganti dengan raut wajah pucat pasi. Apa? Apa yang Zayn inginkan sebenarnya? Sedangkan itu, Zayn tersenyum dalam hati melihat itu. Ah, ini sepertinya akan menyenangkan. Bahkan dia belum mengatakannya dan gadis itu sudah terlihat ketakutan. "Apa? Apa yang kamu inginkan dariku? Aku bahkan sudah tidak memiliki apa-apa lagi?" tanya Arinda serak, terdengar malang. Zayn mengangguk-angguk percaya. Dia kemudian menatap dalam bola mata Arinda yang basah.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
Gila Karena Penyesalan

Gila Karena Penyesalan

Karena adik kembarku lemah sejak kecil, semua orang selalu memihak padanya. Hari itu badai salju menutup seluruh gunung, helikopter penyelamat hanya menyisakan satu kursi. Aku menggenggam hasil diagnosis kanker stadium akhir di tangan, bersiap untuk menyerahkan kesempatan hidup terakhir itu kepada adik kembarku. Namun, tiba-tiba dia memegangi kepala dan berteriak pusing. Dalam sekejap, seluruh keluargaku langsung mengerubunginya, lalu bersama-sama mendorongnya masuk ke kabin helikopter. Suamiku bahkan menepuk lenganku yang patah dan berkata pelan, “Sevy, kamu tunggu giliran berikutnya.” Putriku pun melempariku bola salju sambil berteriak, “Tante lebih butuh diselamatkan, kamu jangan rebut!”
14.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

“Kok anak-anak manggil kamu ‘Kak Can’?” tanya Ben, memandangi wajah memikat itu. “Memang nama kamu siapa, sih?” “Modus!” “Oke, kalau gitu biar aku tebak. Candra, Canda, Candi, Can ... tik?” Dari responsnya yang sempat membeku, Ben kembali berceletuk. “Wow, bener ya, kamu Cantik?” Bola mata gadis itu bergulir, melirik galak pada Ben. “Bukan!” Pertemuan pertama mereka yang absurd membuat keduanya terus menerus dipertemukan tanpa sengaja. Cantika adalah tetangga yang tinggal beberapa blok dari rumah Ben. Menurut Ben, semua yang ada di tubuh gadis itu tampak memesona. Tatapan matanya, bibirnya, bentuk tubuhnya, gerak-geriknya, suaranya, bahkan semuanya, terlalu seksi untuk diabaikan. Ditamb
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
Luna dan Para Garda Patriot

Luna dan Para Garda Patriot

Oktana
Luna mendapat keajaiban saat ia berumur dua tahun. Ia sekarat dan hampir meninggal kalau saja papanya tidak memberikan kalung dengan kristal matahari yang ajaib. Kristal itu membuatnya hidup dan sehat seperti anak-anak lainnya, bisa bermain dan belajar di sekolah. Sayangnya, kristal itu juga memberinya kekuatan yang membuatnya tidak punya teman. Luna bisa mengeluarkan bola cahaya dari kedua tangannya, juga memukul orang dewasa sampai pingsan. Karena itu ia dijauhi teman-teman sekelasnya, dan dijuluki sebagai si anak monster. Sampai akhirnya ia mendengar nama Garda Patriot: kelompok orang-orang yang punya kekuatan ajaib sama seperti dirinya dan memaka kekuatannya untuk meli
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
Rumah Tanpa Buah Hati

Rumah Tanpa Buah Hati

Mas Khalid
Alice menatap sendu ke arah luar jendela rumahnya. Tampak terlihat anak-anak kecil tengah bermain bola di depan rumahnya. Ramai, bising, dan gelak tawa yang membuat orang lain terganggu, tapi tidak dengannya. Ia selalu merindukan momen dimana anak-anak bermain di depan rumahnya. Terkadang, ia memberikan makanan atau minuman ringan untuk mereka semua. Alice tersenyum, saat melihat bocah kecil itu tertawa riang melihat aneka jajanan yang diberikan olehnya. Sesekali ia menghapus buliran bening, yang membasahi pipinya. Ia kembali teringat akan ucapan sang ibu mertua, yang membuatnya menitikkan air mata. Sang ibu mertua menyindirnya, saat ia dan suami berkunjung kesana. Sindiran tajam
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah

Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah

Donny akhirnya menyetujui permintaanku untuk menikah. Dia secara khusus memintaku untuk berpakaian rapi dan mengatakan jika dia sudah menyiapkan kejutan untukku. Namun, saat aku datang dengan pakaian terbaikku, ternyata tidak ada pengantin pria di acara pernikahan. Donny berbalik dan tersenyum kepada adik tiriku di sampingnya. "Kamu bilang pernikahan itu rumit dan membosankan. Hari ini, aku tunjukkan pernikahan yang seru padamu, bagaimana menurutmu?" Pembawa acara pernikahan pun mengumumkan dengan suara lantang, "Pernikahan ditunda." Sahabat masa kecilku bahkan menarik bola air yang sudah disiapkan sebelumnya dan menjatuhkannya di atas kepalaku, hingga membuat seluruh tubuhku basah kuyup. Do
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
Zombieing

Zombieing

nadiinath
~ZOMBIEING~ "Bian tuh zombie" ucap Naira bersungut-sungut. Pikirannya melambung membayangkan pertemuan tak mengenakkan dengan iblis itu. "Hah? Maksud lo?" "Uda mati terus bangkit lagi" "Mati suri gitu?" Naira memutar bola matanya malas, kemudian menghembuskan nafas keras. Berbicara dengan Silla memang membutuhkan tenaga ekstra. Sabar-sabar. "Dia uda mati, ilang di telan bumi. Eh tiba-tiba hidup, muncul, dan ngeracau di dunia gue. Sama kayak zombie ngga sih" "Oooh. Emang dia bawa virus? Kok lo namain zombie" "Iyalah. Virus merah jambu. Kan berabe kalo gue terjerat pesonanya lagi" "Ciee, bilang aja belum move on" Silla tertawa geli sambil menyolek gemas dagu sahabat baiknya. Ia langs
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai bola pingpong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status