Menjadi penulis buku itu seperti bermain lotre—hasilnya bisa bervariasi banget. Ada yang cuma dapat royalti cukup buat beli kopi sebulan, ada juga yang bisa beli rumah dari satu judul bestseller. Contoh konkret: temanku yang nulis novel romance cetak ketiga, royalti perbukunya sekitar Rp5-10 juta per bulan, tapi setelah bukunya difilmkan, penghasilannya melonjak drastis karena ada hak adaptasi.
Faktor genre juga berpengaruh. Penulis buku anak atau komik biasanya dapat deal lebih stabil dengan penerbit, sementara penulis fiksi dewasa sering bergantung ongkos cetak. Kalau bukunya sampai masuk kurikulum sekolah? Wah, itu jaminan passive income bertahun-tahun. Yang jelas, jangan masuk industri ini cuma demi uang—passion bikin tulisan berkualitas justru lebih mungkin menarik pembaca dan menghasilkan.