Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Takdir Yang Tertunda

Takdir Yang Tertunda

Sore ini. Rintik hujan itu menjadi deras. Dari dalam cafe aku berdiri memperhatikan lalu lalang orang diluar yang mencari tempat berteduh. "Selamat datang di Cafe Coffee kami," terdengar suara Waitres menyambut tamu yang datang. Aku tersenyum melihat seseorang yang datang menghampiriku. Kulirik jam tanganku sudah menunjukkan pukul 17:00. Jam pulang bekerja bagi yang kerja kantoran.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 401 Times as break time cafe
Read
+Library
My Husband's Secret

My Husband's Secret

“Bakan kalian kompak banget!” Mas Gala terlihat kikuk. Mungkin dia malu dengan ucapan Melica. Melica memanggil pelayan. Kemudian dia memesankan espresso. Masih terlalu dini saat kami datang ke café yang buka jam 10 siang ini. Mengingat, café kopi seperti ini lebih ramai ketika sore. Tapi ya, sepertinya aku dan Mas Gala memang sedang membutuhkan penahan kantuk. Bukankah semalam tidurku tidak terlalu nyenyak? Pun Mas Gala. Dia menyetir dari Garut ke Bandung yang juga butuh penyegar.
1022.4K viewsCompletedAdded to Library 672 Times as break time cafe
Read
+Library
Suami Malang Tunarunguku

Suami Malang Tunarunguku

"Cake cokelat biasanya paling cepat laku, jadi letakkan di posisi paling terlihat." Satu per satu karyawan mulai berdatangan. “Pagi, bos! Pagi, nyonya bos!” sapa Minjae, kepala café, sambil membungkuk sopan. Lelaki muda itu mengenakan apron berwarna navy dengan logo café di dada kirinya. Jennie membalas senyumannya. “Pagi, Minjae! Wah, kau tepat waktu seperti biasa.”
10959 viewsCompletedAdded to Library 24 Times as break time cafe
Read
+Library
Little Secret

Little Secret

Dia mengendarai mobil itu menuju ke caffe tempat dia bekerja. Caffe MayOn. Pengunjung yang sudah datang tadi kini sudah pergi lagi, mereka datang hanya untuk singgah membeli coffee dan kue untuk mereka sarapan sebelum kerja. Dan keadaan Caffe kini cukup sepi, namun pekerja masih cukup sibuk untuk membuat beberapa kue untuk persiapan nanti siang. Tring... Suara lonceng caffe berbunyi, menandakan ada pelanggan masuk. " Selamat pagi, aku pesan Caffe latte untuk diminum di sini."
1.8K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as break time cafe
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Arla tersenyum singkat, kemudian menuju mesin kopi untuk membuat vanila latte—yang harusnya tidak membuatnya terjaga sepanjang malam karena kandungan caffeine yang tidak terlalu berat. “Ada tambahan lagi, Kak?” tanya pemuda itu setelah Arla menyebutkan pesanan kopinya dan satu bungkus chocolate chunky bar. “Itu aja. Masih buka 24 jam kan?” “Iya dong, Kak. Mana mungkin tiba-tiba berubah kebijakan.” Arla tersenyum sambil mengangguk-ngangguk. “Aku numpang duduk kalo gitu ya.”
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as break time cafe
Read
+Library
Karena Bau Terasi

Karena Bau Terasi

Cafe itu tak jauh dari tempat Zidan bekerja, sehingga lima menit mobil sudah sampai di depan. "Mau pesan apa?" Raisa menyodorkan daftar menu setelah pesanan miliknya dicatat sang pramusaji cafe. "Samakan saja." Raisa mengangguk dan sambil menunggu pesanan datang, Raisa membuka pembicaraan. "Anda kenal saya?" tanya Raisa membuka kacamatanya. "Tidak terlalu. Tapi sepertinya Anda bukan orang sembarangan."
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 560 Times as break time cafe
Read
+Library
Kembalinya Mama Muda Kaya Raya

Kembalinya Mama Muda Kaya Raya

Ia harus bekerja dengan baik demi menarik para pelanggan dan membuat keuntungan pada Thomas, Thea sudah banyak merepotkan pria itu. ••• Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 sedangkan Thea masih bekerja di cafe, sebagian besar karyawan sudah pulang dari pekerjaannya. Hanya Thea dan bibi Mai yang tersisa saat ini, biasanya shift cafe akan berganti saat waktu senja tiba. Namun, dua orang yang bekerja di dapur pada shift malam meminta cuti malam ini. Mau tak mau, bibi Mai yang seorang anak baru dan Thea yang baru saja membuat kesalahanlah yang harus menggantikan mereka.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as break time cafe
Read
+Library
Membawa Kabur Benih Sang Majikan

Membawa Kabur Benih Sang Majikan

“Aah … begitu rupanya. Boleh, Mas. Panggil apa saja terserah Mas Fahri. Sekali lagi terima kasih ya, Mas. Semoga cafe-nya semakin maju.” “Aamiin. Kamu mau ke mana? Biar saya antar. Kebetulan malam ini lagi free.” “Mau cari makan, Mas. Perut saya lapar. Kok Mas Fahri nggak ke cafe?” “Mari saya antar. Biasanya saya pulang jam lima. Kalau cafe tutupnya jam sembilan. Tapi, kalau besok kamu mulai kerja, saya bisa pulang jam sembilan. Pulang bareng aja.”
5.7K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as break time cafe
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Bapak mencoret-coret di kertas. Tisu berlogo yang tadi digunakan untuk melapisi cangkir kertas berisi Cafe Latte panas pesanannya. Mereka sedang duduk menikmati sarapan di Starbucks. Jam sepuluh nanti Tiara ada meeting dengan beberapa pemasok.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as break time cafe
Read
+Library
Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Di café X…. Revel menemukan papa Levin sedang bicara dengan waitress, mungkin memesan sedikit cemilan karena sekarang masih belum saatnya makan siang. Brunch istilah, waktu antara breakfast dan lunch. “Hei, Pa!” “Hei, kamu pesan dulu aja sekalian,” tawar papa Levin. Revel meneliti menu di hadapannya dan memesan segelas lychee ice tea.
104.4K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as break time cafe
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status