Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Dia juga menggunakan boneka Alam Yang Mulia Bumi untuk melindungi dirinya sendiri, dan dengan cara itulah dia berhasil selamat dari gelombang kejut yang mengerikan. Namun, boneka Alam Yang Mulia Bumi yang menghalangi jalannya retak akibat gelombang kejut yang mengerikan, pecah menjadi retakan yang tak terhitung jumlahnya seperti porselen yang hancur, dan hampir runtuh sepenuhnya kapan saja.
1029.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 699 kali sebagai breaking through the calamity
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Reaksinya beragam. Kontradiksi Mulia (diwakili oleh seorang Borderline Calculator) menyatakan: "Kekacauan teratur kami akan mereka hancurkan! Kami akan melawan! Beri kami alat untuk memperkuat batas!" Perwakilan Ordo Badai lebih filosofis: "Badai emosi tidak bisa 'dipersatukan'. Ia akan meledak atau lenyap. Kami akan bertahan di dalamnya, dan mungkin... badai kami bisa menjadi pertahanan."
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai breaking through the calamity
Baca
+Pustaka
Broken Vessel

Broken Vessel

Salah satu dari mereka terduduk di atas aspal dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas permukaan jalanan yang dilapisi oleh salju tipis. Dia mengangkat kepalanya dan melihat ke arahku. "Kamu ... akan kubunuh kamu!" teriaknya dengan cairan bening yang bercucuran keluar dari kedua matanya. Kurasakan getaran kecil pada jalanan tempat kakiku berpijak. Aspal yang keras itu retak dengan sendirinya. Aku terkejut melihat fenomena yang tidak biasa ini. 'Apa dia bisa mengendalikan gempa bumi?!'
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai breaking through the calamity
Baca
+Pustaka
Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

"Tiga, terkutuklah engkau! Jangan pernah kau lepas dari manapun kau berada Jangan pernah ada mentari pagi di atasmu, Sebab kemanapun engkau pergi, bahaya besar selalu mengikuti! Lindungi satu dan dua, Sebab tiga bisa segera datang kapan saja Tiga, kau sumber malapetaka Kau awal dari kehancuran! Jangan ada yang pernah menemukanmu! Archduke Zeus Calamity Vagano."
1031.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 779 kali sebagai breaking through the calamity
Baca
+Pustaka
Malam yang panas

Malam yang panas

Kamera menyala, menangkap setiap gerak Reza. Seseorang sedang merancang kehancuran. Dan mereka belum tahu—badai baru akan datang.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai breaking through the calamity
Baca
+Pustaka
Bangkit Dari Putus Asa

Bangkit Dari Putus Asa

sorakan mencemooh dari penghuni neraka tidak menurunkan kepercayaan diri Oscar di panggung itu. "Sudah, semua ini tidak akan ada artinya kalau kita tertangkap. Dendam bisa dilakukan kapan saja, sama seperti tertangkap, bisa terjadi kapan saja. Yang terpenting saat ini, bertahan, kabur dan kembali saat waktunya tiba," applaus dari pemimpin neraka untuk pernyataan Slim. "Kebakaran … tolong … kebakaran!" sayup-sayup terdengar suara orang berteriak minta tolong dari arah balai kota.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai breaking through the calamity
Baca
+Pustaka
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

Ya, setelah terluka tentu harus mencari tempat untuk menyembuhkan diri. Keluar dari biro layanan sipil. Aku merasakan perasaan rileks yang belum pernah aku rasakan. Aku tidak akan mengambil sepeser pun yang bukan milikku, tapi aku tidak akan kehilangan apa pun yang menjadi milikku. Aku melihat Suwanto yang berada di samping, tampak khawatir dan lesu. Singkatnya, benar-benar berbeda dengan Suwanto di masa lalu.
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai breaking through the calamity
Baca
+Pustaka
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

"Beberapa hal, sekali rusak, tak bisa diperbaiki." Aku menatap wajahnya yang pucat, dan rasanya hatiku seperti tercabik menjadi dua. "Seperti lukisan ini?" tanyaku sambil menunjuk ke arah Bunda Maria. "Tidak." Kayla menggeleng. "Lukisan ini bisa diperbaiki. Kerusakannya hanya di permukaan." "Tapi kita ...." Dia menatapku, tak ada kebencian di matanya, hanya kelelahan yang dalam dan tak berujung. "Kita bukan rusak di permukaan. Kita hancur dari dalam."
25.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 908 kali sebagai breaking through the calamity
Baca
+Pustaka
Istana yang Retak

Istana yang Retak

Air matanya jatuh tanpa suara. “Mas,” bisiknya lirih. “Jangan sampai… kamu kehilangan kami sepenuhnya....” Langit di luar semakin gelap. Dan istana itu ... Kini benar-benar retak hingga ke fondasinya.
396 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai breaking through the calamity
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status