Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

Lelaki itu menyuapiku makan, terasa sekali rasa kasih sayang yang ditunjukkannya, tatapan matanya penuh cinta dan gairah. Setelah makan, kami malah malas mau keluar rumah, kami hanya mengobrol duduk di dekat jendela menatap danau dan kebun sawit yang masih berusia satu tahun, keadaan kebunnya hanya seperti Padang rumput. "Ai, mana KTP-mu?" tanyanya ketika kami mengobrol bersama. "Aku gak punya KTP, Bang." "Kau sudah delapan belas tahun, kok belum punya KTP? Bagaimana kau bisa dapat kerja di sini kalau gak punya KTP?"
1084.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.0K Beses bilang bujang lapuk
Ipakita ang mga Review (26)
Read
+Library
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Basahin ang Lahat ng Review
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

tambahnya. Mendengar tambahan itu, mataku memerah dan berkaca-kaca. Setelah selama ini, hanya Bayu satu-satunya yang mengatakan ini. Tapi pria itu hanya memegangi mangkuknya tanpa bergerak. Aku pun menatapnya. "Kenapa nggak dicoba? Rasanya enak." "Ah! Ada apanya di sup ini? Kenapa amis sekali?" Sebelum aku sempat selesai berbicara, tetanggaku tiba-tiba berteriak dengan suara gemetar dan memuntahkan sepotong daging.
6.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 245 Beses bilang bujang lapuk
Read
+Library
Om Duda vs Bujangan

Om Duda vs Bujangan

Matanya membulat sempurna kala mengetahui bila yang bersuara katak itu ternyata Irwansyah. “Ish, ganteng-ganteng tidurnya ngorok,” dumel Arunika memutar bola matanya malas. Lekas dia kembali ke posisi semula dan membiarkan rasa kantuknya datang dan menggelayut di kelopak mata. **
1011.3K viewsOn holdIdinagdag sa Library 430 Beses bilang bujang lapuk
Read
+Library
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

kataku tidak enak hati "Mbak sudah hapal. Kalian harus rajin mengaji, jangan sampai tinggalkan salat lima waktu, di sekitar kalian, banyak di huni bangsa astral," katanya pelan. Membuat kami berlima duduk merapat kearahnya. "Pohon jeruk bali disamping rumah ada penunggunya, sepertinya bukan cuma satu, tapi lebih dari satu," kata mbak Zarima lagi
1013.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 393 Beses bilang bujang lapuk
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Brruk. "Yah, kena lagi gue," pikir Baraka dalam keluh, karena tubuhnya langsung jatuh terpuruk dalam keadaan duduk bersimpuh. Jurus 'Lampah Lumpuh' kembali kenai dirinya karena tertipu oleh senyuman kalem sang janda. "Sekarang nggak ada ampun lagi bagimu, Baraka! Aku akan membawa ke Bukit Guiana, menyerahkanmu kepada sang Ratu Cadar Jenazah!"
1028.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang bujang lapuk
Read
+Library
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

bujuk Charles. Bintang bergeming. Dia merebahkan tubuhnya, lalu memunggungi Charles. “Tidak usah. Aku mau tidur saja,” ucapnya kesal. “Baiklah, kamu bisa tidur. Aku akan meminta dapur membuatkan susu hangat dan kue pastry cokelat untukmu. Saat kamu bangun, kuenya masih hangat. Bagaimana?” Bintang hanya menggumam.
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 64 Beses bilang bujang lapuk
Read
+Library
Semangkuk Bubur Menyadarkan Betapa Tidak Layaknya Suamiku

Semangkuk Bubur Menyadarkan Betapa Tidak Layaknya Suamiku

"Kamu tidur begitu lama dan belum makan apa pun. Aku sudah masak bubur untuk kamu. Cepat makan selagi hangat." Dia membuka kotak termos makanan. Di dalamnya ada bubur putih polos, butiran nasinya terlihat jelas, bersih tanpa sedikit pun minyak. Dia menyendok sesendok bubur, meniupnya perlahan, lalu menyuapkannya ke bibirku.
3.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 74 Beses bilang bujang lapuk
Read
+Library
Janda Muda Dikejar Berondong Tampan

Janda Muda Dikejar Berondong Tampan

ujar Devya sambil meletakkan segelas jus jeruk segar di atas meja, lalu mengambil posisi duduk di samping Daren dengan jarak yang aman. Daren terkekeh pelan, melonggarkan satu kancing kemeja teratasnya. "It’s okay. Malam ini aku juga sedang tidak berniat untuk mabuk." Devya tersenyum tipis. "Ada angin apa tiba-tiba kemari?"
298 viewsOngoingIdinagdag sa Library 10 Beses bilang bujang lapuk
Read
+Library
Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

Juga mengantongi foto dan kertas tadi. Kami sampai di dapur. Aku menelan ludah, melihat makanan yang tersaji. Seperti bubur yang diaduk-aduk saja. Entah apa rasanya. "Ayo, Nak. Dicicipi." Patah-patah aku mengangguk, mengambil sendok. Kemudian memakan bubur itu. Benar saja. Rasanya aneh, campur aduk. Baunya juga amis sekali. Aku langsung mengambil tisu, pura-pura membersihkan mulut.
1017.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 653 Beses bilang bujang lapuk
Read
+Library
Kebohongan Busuk Suamiku

Kebohongan Busuk Suamiku

ujar Bayu. “Kenapa Mbak Gendis belum tidur jam segini? Ini sudah malam, lho, Mbak.” Bayu kembali bertanya karena merasa khawatir kepada kakak iparnya itu. “Mas Damar belum juga pulang, Bay,” jawab Gendis lirih. Dadanya kembali sesak mengingat kemungkinan keberadaan suaminya. “Apa? Ke mana Mas Damar malam-malam begini belum pulang? Apa dia lembur di kantor, Mbak?”
6.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 237 Beses bilang bujang lapuk
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status