Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lelaki yang Terbuang

Lelaki yang Terbuang

Bau menyengat dari alkohol yang tertumpah memaksa Regan dan Gallen untuk menahan napas. Bugh! Regan melayangkan bogem mentah ke muka lelaki setengah mabuk itu tanpa aba-aba. Dua wanita yang sedang memanjakan lelaki itu menjerit dan bergegas bangkit, menjauh. "Hei! Siapa kau, Berengsek! Kenapa kau memukulku? Apa kau tidak tahu siapa aku?" Lelaki itu mengusap pipi dan menatap Regan dengan mata melotot merah. Entah efek mabuk atau murka lantaran dianiaya tanpa sebab.
9.6627.5K viewsCompletedAdded to Library 16.3K Times as bujang lapuk
Show Reviews (46)
Read
+Library
Ray
Yeaaayy! Lelaki yang Terbuang jadi pemenang Runner Up dalam kompetisi menulis Ini Bukan Cerita Dongeng Tahun 2022. Selamat ya Kak Author .... Akhirnya aku selesai jg baca cerita ini. Sukses selalu buat Kak Author .... Ditunggu cerita selanjutnya ....
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Read All Reviews
Budak Hasrat

Budak Hasrat

Ucapku terbata disela isak yang sudah kutahan sejak tadi. "Tuan muda tidak akan menyakitimu." Kugelengkan kepalaku. "Dia seperti monster Vika. Dia sangat menyeramkan." Mataku masih menutup karena takut. "Baiklah, tenangkan dirimu dulu. Sudah kubawakan sarapan lezat seperti kemarin. Bukankah kamu ingin menu ini lagi." Kulepaskan pelukannya, lalu wanita itu mengambil nampan yang terletak dimeja sebelah ranjang. Aku tak mau menoleh kearah lainnya kecuali pada Vika. "Aku akan menunggumu sampai selesai makan."
1014.5K viewsOn holdAdded to Library 493 Times as bujang lapuk
Read
+Library
BAJU ADIKKU DI RANJANG ISTRIKU

BAJU ADIKKU DI RANJANG ISTRIKU

Badan rasanya panas dingin, tenggorokkan gatal hingga terbatuk-batuk, kepala juga pusing. "Kamu kecapean, Mas. Dan telat makan." Ayra menyadari suaminya itu lebih sibuk kini. Bekerja dengan ayahnya. Hingga mungkin sampai kurang waktu memperhatikan diri sendiri. Kurang istirahat membuat badan drop. "Sekarang kamu makan lagi biar pun sedikit. Aku akan hangatkan sayur. Habis itu minum obat, ya, Mas?"
1037.1K viewsCompletedAdded to Library 779 Times as bujang lapuk
Read
+Library
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

Ucap wanita paruh baya itu menyelidiki. "Itu bund, apartemen yang sekarang kami tempati inikan sudah lama kosong dan semalam kami tidak sempat membeli bahan makanan karena sudah larut malam dan hujan sangat deras, aku takutnya jika Zahra nanti terbangun ia akan kelaparan apalagi di sini supermarketnya jauh." Ucap Evan beralasan. "Hahaha oh itu, kirain bunda apaan, nanti bunda bawain kalian perlengkapan makanan, sebentar lagi bunda akan berangkat bersama Ria, kamu sharelock lokasinya nak." Ucap bundanya.
106.4K viewsOngoingAdded to Library 206 Times as bujang lapuk
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

"Jangan bangunkan aku! Aku ingin tidur, tadi malam aku tidak bisa tidur." Karena terus memikirkan Azalea dan Bayu, Lingga semalaman marah - marah sendiri hingga tidak bisa tidur. Begitu lama Lingga tidur sampai jam makan siang sudah lewat. Kakiku sudah mati rasa. Bisa - bisanya dia tidur memakai pahaku sebagai bantal. Tapi seperti ini aku jadi bisa melihatnya saat tidur, ini kali kedua aku melihatnya tidur. Wajah ini bahkan sangat tampan saat tidur. Benar - benar laki - laki yang mengagumkan, seolah membuatku lupa bahwa dia memiliki gangguan kepribadian.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as bujang lapuk
Read
+Library
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Juz kurang nikmat dipadukan dengan bakso. "Bu, repot-repot! Saya cukup juz atau air putih saja," kata Fira dengan nada lembut. Ia mengulum sebuah senyum. "Tidak apa-apa, nanti kalau kepedesan biar langsung sembuh!" ungkap Bu Bila sambil meletakkan dua gelas di atas meja tamu, sementara nampan di letakkan di bawahnya.
105.1K viewsOn holdAdded to Library 159 Times as bujang lapuk
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Aroma kayu tua dan bunga melati memenuhi udara, menenangkan sekaligus menimbulkan rasa penasaran. Di tengah ruangan, seorang wanita duduk di kursi besar berlapis kain. Rambutnya tersisir rapi ke belakang, dan matanya menatap Gracya dengan tajam. Itu adalah Bu Susan, mendiang pendiri kampus dan rumah sakit Earth Hosana Akarta. Gracya mengenali wajahnya dari foto-foto yang tergantung di dinding kampus—wajah yang dihormati tetapi juga menyimpan aura misteri. “Bu Susan...?” Gracya berbisik, suaranya hampir tidak keluar.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as bujang lapuk
Read
+Library
BUNGA KEDUA

BUNGA KEDUA

Aku mengambil tiga buah gelas minuman di atas meja yang sudah di sediakan, dan aku pun sengaja memasukkan obat tidur ke dalam minuman milik Bunga dan juga suamiku. “Maafkan aku Bunga, aku tahu aku jahat, tapi Mas Reno membutuhkan wanita yang sempurna agar bisa memberikannya keturunan, maaf jika caraku ini salah.” Aku bergumam dalam hati. Aku kemudian membawa minuman ini kepada mereka dan memberikannya sesuai dengan yang sudah aku beri obat. Saat kami sedang asyik berbincang-bincang sambil meneguk minuman, tiba-tiba Mas Reno dan Bunga merasakan pusing di bagian kepala.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as bujang lapuk
Read
+Library
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

“Tapi Ana ingin banget rujak, Mas. Rasanya udah di lidah. Tolong dong, Mas. Ana mau sekarang.” “An, ini udah malam. Mana ada yang jual rujak malam-malam begini?” “Coba aja cari dulu, ya.” Aku memutar badan, membelakangi Ana. Malam ini dia benar-benar menyebalkan. Aku hanya ingin tidur, tapi dia terus mengganggu dengan rengekannya. Aku tahu ini soal ngidam, tapi tetap saja, mana mungkin ada yang jual rujak sekarang?
9.228.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as bujang lapuk
Read
+Library
Rapuh

Rapuh

Cklek Runi memberanikan diri untuk membukakan pintu dan menemui bu Joko yang terlihat sudah marah itu. "Kalian ke mana saja, si?" tanya bu Joko dengan tatapan sadisnya. "M-maaf Bu, kami ketiduran dan tidak mendengar Ibu memanggil," sahut Runi mencari alasan. "Ibu ke sini dengan tujuan yang sudah kalian ketahui, kan!" sergah bu Joko melirik kesal. Runi meremas jemari Siska dan membuat Siska merasa kesakitan, namun Siska masih berusaha untuk diam dan tak bersuara karena ia sadar apa yang dilakukan Runi memang semata-mata karena Runi merasa tegang.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as bujang lapuk
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status