Nafkah Nasi Aking
Ibu melotot ke arahku.
“Sudah Bu Diva, tidak apa-apa. Memang benar kok kata Jona, mereka berdua kan belum menikah, jadi belum muhrim,” timpal tante Tia.
“Iya juga sih, tapi tenang saja. Seminggu lagi kalian bakalan jadi muhrim, kok. Ibu bisa pastikan itu.” Ibu tersenyum.
“Ini maksudnya apa?” tanyaku bingung. Mereka terus saja tersenyum, membuat perasaanku tidak enak.
인기 회차