Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
“Untuk sekarang, prioritas saya ada di tempat lain.”
Tanpa menunggu persetujuan, Arvendra melangkah keluar ruangan.
Di kepalanya, hanya satu hal yang lebih penting daripada grafik saham, tender, atau tekanan keluarga besar, yaitu memastikan Anindya tidak semakin terpuruk, sementara semua orang sibuk menghitung kerugian.