Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Wanita Yang Menginginkan Suamiku

Wanita Yang Menginginkan Suamiku

“Masih di sini kok, Pi, nggak kemana-mana, cuma aku ada urusan lain.” “Apa urusanmu itu lebih penting sampai-sampai kamu rela meninggalkan urusan yang berhubungan dengan masa depan usaha kamu?” Jamie sepertinya belum puas dan terus mencecar Bian. “Dengar Bian, Papi bicara semua ini untuk kebaikan kamu juga. Ini usaha kamu Bian, bukan punya Papi atau Mami. Papi hanya mengingatkan karena masih peduli sama kamu. Papi nggak mau kamu hancur hanya karena tindakan gegabah. Segala sesuatu harus dipikir dulu, Bian. Kamu harus bisa menentukan skala prioritas. Papi tahu kamu itu cerdas, hanya saja sekarang mungkin kamu sedang lengah dan sudah menjadi kewajiban Papi untuk mengingatkannya.”
1068.7K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as bukan prioritasnya
Read
+Library
Bukan Pengasuh Biasa

Bukan Pengasuh Biasa

“Aku belum terbiasa,” jawab Langit pelan. Langit menghela nafas berat, dia tidak tahu apakah dia akan percaya dengan semua yang dikatakan oleh Abizar atau tidak. Yang terpenting saat ini adalah dia harus menyelamatkan panti asuhan terlebih dahulu. “Tidak usah cemas, besok pagi akan papa selesaikan,” ujar Abizar lagi. “Terima kasih,” ucap Langit sebelum menutup sambungan telepon tersebut.
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 262 Times as bukan prioritasnya
Read
+Library
Bukan Istri Cadangan

Bukan Istri Cadangan

Lanjutnya lagi tanpa menunjukkan emosi apapun. Adskhan hanya bisa memandangi Caliana dalam diam. "Jadi disini, saya lebih menekankan kepada Anda untuk menentukan prioritas Anda. Anda harus memilih antara wanita itu atau putri Anda." Tatapan gadis itu kembali mengarah kepadanya.
10180.6K viewsCompletedAdded to Library 5.6K Times as bukan prioritasnya
Read
+Library
DIPTA

DIPTA

“Aku nggak pernah ragu soal kemampuan kamu.” Ia berhenti sebentar. “Tapi prioritas itu bukan cuma soal jadwal.” Kalimat itu lebih pelan dan lebih dalam. Dipta tidak bergerak. Hanya matanya yang sedikit menyempit, bukan karena marah, tapi karena sedang menghitung.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as bukan prioritasnya
Read
+Library
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

sindir Alex. "Baiklah. Itu hanya satu gagasan. Jika kamu tidak berminat tidak masalah." Ben tersenyum tipis. "Kalian ini, saat kumpul keluarga malah membicarakan bisnis. Sudah, minum dulu. Berbicara terlalu banyak bikin leher kering, ya Sayang?" Mikaela menujukan kata-kata itu pada Ben. Tebakannya benar. Alex bukan orang bodoh. Lagipula siapa yang bisa memperdaya orang yang bisa melihat pikiranmu?
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 480 Times as bukan prioritasnya
Read
+Library
Bukan Jodoh Idaman

Bukan Jodoh Idaman

Dia melirik neneknya, "nenek adalah prioritasku." "Prioritasku juga," jawab Ansel singkat. "Apa yang akan kamu jelaskan sama nenek nanti?" Adara menggeleng lesu, "Aku masih belum punya pemikiran apapun. Aku juga nggak suka kondisi ini." "Kamu mau mengakuinya?" Adara tidak tahu. Mengakui juga bukan hal bagus. Bagaimana jika kondisi nenek semakin memburuk? "Apa nenek bisa terima?"
103.4K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as bukan prioritasnya
Read
+Library
Wonderstruck

Wonderstruck

ulang Merry, tak habis pikir. “Alasannya ya kayak kubilang tadi, Ma,” sahut Amara. “Aku sendiri harus bergulat dengan masalahku. Untuk sementara nggak mau peduli sama omongan yang nggak penting walau cukup bikin terpukul juga. Aku harus punya skala prioritas.”
1026.6K viewsCompletedAdded to Library 876 Times as bukan prioritasnya
Show Reviews (23)
Read
+Library
Indah Hanaco
Halo, kalian. Jangan lupa baca "Wonderstruck" dan masukin perpustakaan, ya. Ceritanya dijamin beda. Meski tokoh-tokohnya tergolong muda, tapi konfliknya adalah hal-hal serius di sekitar kita. Untuk kaum cewek, aku cuma mau bilang. Hati-hati dan selalu waspada.
naftalenee
I really really love this book, tapi agak bingung dengan perpindahan alur yang tiba-tiba bergeser nyeritain tentang tokoh lain (Amara) yang memakan porsi cukup banyak. Kayak dipaksa pindah ke universe lain gitu. I was like "lah ini Nef kok tiba-tiba ilang? Aku pikir tokoh utamanya dia?"
Read All Reviews
Bukan Pasangan Pilihan

Bukan Pasangan Pilihan

Dia merapikan wajahnya, menegakkan bahu, lalu kembali fokus pada pekerjaan. Hari itu berjalan seperti biasa di klinik. Dia tersenyum pada pasien, Ellen sibuk mondar-mandir, Vincent cekatan di meja administrasi, dan tawa ringan masih terdengar di sela kesibukan. Namun, pikirannya tetap sesekali melayang ke ponsel yang dia abaikan.
577 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as bukan prioritasnya
Read
+Library
Tergoda dengan Tetangga Daun Muda

Tergoda dengan Tetangga Daun Muda

“Keasyikan? Jadi urusan ruko lebih penting daripada janji ketemu kita? Kalau memang ada halangan setidaknya ngasih kabar, lah!” “Iya..,maaf, Rum, soalnya ini kan penting banget. Kamu kan tahu soal planing usahaku ke depan..” “Oh iya, itu demi masa depanmu ya Mas. Aku paham!, itu kan emang cita-citamu untuk membahagiakan anak dan istrimu. Itu prioritasmu, aku kan nomer ke sekian”. Wajah arum nanar, tatapannya kosong, namun nada bicaranya menusuk.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as bukan prioritasnya
Read
+Library
Menjadi Pengantin Pengganti Sang Presdir

Menjadi Pengantin Pengganti Sang Presdir

Wanita itu tidak ingin menunda kesembuhan putranya. “Biar Mama yang urus masalah perusahaan. Kamu fokus saja untuk kesembuhanmu,” ujar sang ibu saat Badai keukeuh ingin ke kantor. Baginya, urusan kantor adalah hal yang utama. Sementara bagi sang ibu, kesembuhannya adalah prioritas. Namun, Badai tidak bisa lagi mendebat ibunya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as bukan prioritasnya
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status