Mawar Merah Di Ujung Penyesalan
Akhirnya, dia mendekap ponsel itu dengan sangat, sangat erat di dadanya yang terasa panas, seolah dengan begitu dia bisa merasakan sisa kehangatan dari wanita itu.
Dia tahu bahwa dia telah kehilangan mawar merahnya selamanya.
Mawar paling cantik dan cerah yang dulu mekar dengan bebas di hidupnya, tapi akhirnya hancur di tangannya sendiri.
Tapi mungkin, inilah akhir terbaik untuknya.
Menghabiskan sisa hidup dalam kesendirian dan kerinduan, untuk menebus dosa yang tidak akan pernah bisa dimaafkan.