KAKAK, I LOVE YOU
"Enggak juga, sih. Buat have fun aja, apa salahnya?"
Elang menurut saja. Kini ia dan Arinda sudah berada dalam kerumunan orang-orang yang berdiri di depan pelaminan menanti si mempelai wanita melemparkan buket bunga. Ia merasa aneh dan malu karena kebanyakan yang berdiri di sini adalah perempuan, sedangkan laki-laki hanya beberapa. Tak apa, ini akan menjadi pengalaman pertama, juga terakhirnya mengikuti tradisi lempar buket bunga pengantin seperti ini.
"Udah siap semua? Aku lempar sekarang, ya," kata si mempelai wanita yang terlihat cantik dengan gaun berwarna pink pucat.
Hot Chapters