Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Miliarder Tampan itu Ayah Putraku

Miliarder Tampan itu Ayah Putraku

Dia mulai mengeluh. Bella tersenyum. Dia menyusun tangkai bunga krisan pesanan pelanggan di dalam vas bunga dengan corak abstrak perpaduan putih dan cokelat itu. “begitulah sekolah tetapi akan berguna suatu saat nanti, Nak,” ucapnya lembut.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai buket bunga untuk guru
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
TRD Simulator Game
ceritanya bagus cm kdg agak binggung knp Lena manggil si Evan om, hrs nya kakak y krn mereka kan sepupuan, trus di bab extra jg binggung, siapa Cilla? anak Lena atau adik? klo anak Lena hrsnya si Cilla manggil Samudra kan kk, knp om jg??? tp ttp semangat Thor untuk karya berikut nya...
Lovely Bintang
wah gila kak. keren banget sih ini. trimakasih sudah buat cerita yang sangat menggemaskan ini. aku bisa bayangin Bella polosnya seperti apa. dan dia langsung sayang sama Evan. evan juga gak kasar. kupikir bakal lama sama evan ternyata cuma 3 bulan... masi banyak misteri nih. menunggu kelanjutannnya
Baca Semua Ulasan
Hasrat Big Boss: Dari Upik Abu, Jadi Milikmu

Hasrat Big Boss: Dari Upik Abu, Jadi Milikmu

sahut Rangga. Anggukan pelan dia berikan. Saat mereka berjalan keluar Pekan Raya tak sengaja Rangga melihat penjual bunga. “Tunggu sebentar.” Pesan pria itu lalu berjalan menuju si penjual bunga. Beberapa saat kemudian dia kembali dengan membawa buket bunga mawar putih yang indah. “Ini untuk kamu, Lalita,” sambil menyodorkan buket bunganya.
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 556 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Nikah Kontrak sama Bos Dingin

Nikah Kontrak sama Bos Dingin

Dia membawa tas kecil di bahunya yang hanya berisi dompet dan ponsel. Toko bunga tempat kursus itu tidak besar. Letaknya bahkan menyelip di antara deretan ruko tua, dengan papan kayu sederhana bertulisan “Dahlia House”. Ketika masuk, aroma bunga segar langsung menyambut, menenangkan siapa saja yang datang. Pemiliknya seorang perempuan paruh baya, bersuara lembut—terlihat keibuan sekali. Ia hanya memperkenalkan diri singkat, lalu membagikan alat dan bunga pada para peserta.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
EX to NEXT 21+

EX to NEXT 21+

“Yang mana bungaku?” Bianca mengambil dua buket mawar merah yang disusun menyerupai kumpulan bunga dalam pot berbentuk bulat. “Kuharap ibumu menyukai bunga ini dan hadiahnya untuk ibumu sudah kuletakkan di dalamnya, seperti yang kau mau. Sementara untuk gadis sepesialmu....” Bianca memegang bunga yang disusun dengan gaya sama dengan buket bunga pertama hanya saja dikelilingi oleh beberapa batang cokelat almond yang dipilih oleh Peter secara langsung. “Kuharap gadis itu menyukainya.”
10132.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Ketika Bunga Kembali Mekar

Ketika Bunga Kembali Mekar

Di sepanjang jalan, dia mendengar kekaguman orang-orang saat melihat kembang api. "Ada orang yang khusus memesan kembang api ini, ya? Semuanya ada huruf yang sama muncul." "Benar! Ada huruf S di dalam lambang hati. Ada huruf S di bawah kata LOVE, huruf S itu pasti inisial nama seorang gadis!" "Siapa gadis yang beruntung itu? Pacarnya baik sekali mempersiapkan pertunjukan kembang api seperti ini."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Gadis Penjual Bunga Incaran CEO Tampan

Gadis Penjual Bunga Incaran CEO Tampan

ucap Arsen pada Lani. Sedangkan saat ini Kinan sudah membuka toko bunga. Dia sedang sibuk melayani pembeli di toko tersebut. Hanya dia sendiri yang berada di toko. Karena, Andre hari ini tidak datang di toko. “Mbak, saya mau beli Bunga Mawar putih 1 ya,” ucap pembeli. “Baik bu. Di tunggu sebentar ya biar saya siapkan dulu,” ucap Kinan.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Arjuna ingat siapa yang menanam pohon jeruk lemon tersebut, dia adalah anak dari salah satu guru di sini dan satu kelas dengan Arjuna. Sejak dulu baik murid TK atau murid sekolah dasar selalu diwajibkan untuk membawa tanaman hidup ke sekolah. Bu Eni bilang supaya sekolah terlihat cantik dan asri, tapi jika Bu Eni menemukan satu bunga yang bagus dan menarik perhatiannya, bunga itu akan langsung di bawa pulang ke rumah, bukan ditanam di sekolah. Maklum lah, Bu Eni ini orangnya pecinta bunga dan tanaman. Katanya, kalau dirinya tidak menjadi guru, Bu Eni ingin menjadi petani saking cintanya pada tumbuhan. "Pa, ini hewan apa? Kok di kebun binatang aku nggak pernah lihat yang kayak gini? Apa ini a
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

Ucapannya pelan, tapi penuh ketulusan. Wanita yang tidak lain adalah Nadia–tangan kanan Amerta yang mengurus toko bunga bunga miliknya mulai memberi saran. “Untuk kehangatan keluarga, saya sarankan tiga pilihan.” Nadia mulai memperlihatkan beberapa pilihan. “Buket Mawar Peach, Daisy Putih, dan Daun Eucalyptus, melambangkan ketulusan, kelembutan, dan kenyamanan sebuah keluarga” Lalu tangannya beralih pada buket lain yang sudah terangkai. “Buket Anyelir Merah Muda dan Lily Putih, ini simbol cinta tak bersyarat, perlindungan, dan harapan baik.”
9.99.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai buket bunga untuk guru
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Baca Semua Ulasan
Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Tidak ada tamu berarti, lalu siapa? “Bik, ada siapa?” “Paketan bunga, Buk.” Aku segera bangun dari tempat tidur. Dua buket bunga yang dipegang Bik Sum segera diserahkan kepadaku. Buket bunga mawar yang agak layu dan penyet ini seperti pemberian Mas Wildan kemarin. Oh iya, aku jadi ingat. Bunga ini tertinggal di bagasi mobil Pak Akmal. Kemarin tertutupi kardus mie instan milik Pak Tua. Makanya lupa tidak diturunkan juga. Lantas buket mawar merah yang masih segar ini dari siapa? Ada kartu ucapan di bagian pitanya. ‘Bungamu tertinggal. Karena sudah rusak, kuganti yang baru. Semoga berkenan. Coach Akmal.’
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 739 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
TERNYATA PASIENKU ADALAH ISTRI KEDUA SUAMIKU

TERNYATA PASIENKU ADALAH ISTRI KEDUA SUAMIKU

Bunga chrisanthemum aneka warna dan ukuran dalam sebuah buket ukuran besar dan kertas wrapping putih tulang, sungguh indah dan romantis. Aku menerima buket itu dengan terheran-heran. "Siapa pengirim bunga ini Mbok?" tanyaku. Mbok Sumi menggeleng. " Saya juga tidak tahu bu, soalnya tadi yang mengantar kemari kurir. Saat ditanyai dikirim oleh siapa, kurirnya mengatakan tidak tahu. Hanya bilang kalau buket bunga ini untuk bu Kemala." Jawab mbok Sumi.
1075.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status