Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Urusan Terlarang

Urusan Terlarang

Belum reda akan rasa yang sedang sebisa mungkin aku sembunyikan, tiba-tiba saja ia sudah memberikan sebuket bunga kepadaku. "Apa ini?" Tanyaku sambil sedikit ragu mengambil bunga tersebut dari tangannya. "Peony. Kau tidak mengetahuinya?" "Aku tahu ini bunga peony. Tetapi, untuk apa?" "Untukmu. Kau tahu? Setiap wanita berhak dan pantas mendapatkan sebuket bunga." "Terima kasih atas bunganya, Becks." "Sama-sama,". " Lalu, kau ingin pesan apa? Seingatku kau tidak minum kopi, kalau begitu aku akan merekomendasikan coklat atau minuman lainnya yang tidak mengandung kopi."
5.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin

Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin

Matanya membelalak. Di ambang pintu berdiri seorang staf laki-laki yang nyaris tertutupi oleh sesuatu yang sangat besar di pelukannya. Sebuah buket bunga raksasa yang penuh mawar putih, anggrek ungu, dan baby breath. Staf itu tampak sedikit kesulitan menyeimbangkan berat buket. “Kau dapat kiriman bunga, Kak,” katanya. “Dari Tuan Dellier.”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Menantu Tak Ternilai

Menantu Tak Ternilai

kata resepsionis itu ramah seraya menyodorkan buket bunga ke hadapan Alexa. Buket itu campuran antara mawar merah, mawar putih, dan bunga berputik kecil yang biasanya disebut baby breath. Cantik. Namun, bukan itu yang menjadi pusat perhatiannya, melainkan tentang siapa sosok yang menitipkan bunga itu pada resepsionis untuk kemudian diberikan padanya. Wanita itu menatap buket bunga di tangan sang resepsionis, bunga yang sangat indah, dia seperti ditarik ke masa-masa di mana seorang pria yang sangat rajin mengirimkan bunga, dulu.
8.130.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 603 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Terlarang Tuan Mafia

Terjerat Cinta Terlarang Tuan Mafia

Penjual itu lantas segera masuk ke dalam, lalu membungkus bunga-bunga itu yang ia jadikan sebuah buket dengan pita berwarna biru yang senada dengan warna bunga hydrangea tersebut. Roy berdiri dari tempat duduknya, menghampiri penjual bunga yang sedang mengikat pita pada buket yang akan dibelinya. “Sudah selesai dibungkus. Ini kartu ucapannya, Bapak bisa menulisnya di sini.” Wanita itu menyerahkan kartu kecil untuk ditulis oleh Roy. Roy menerima kartu itu dan menuliskan sebuah pesan di dalamnya. Setelahnya pria itu kembali memberikan kartu ucapan yang telah ia tulis pada wanita di hadapannya untuk diselipkan pada buket bunga tersebut.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin

Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin

"Apa kita punya banyak pesanan hari ini?" "Lumayan, tadi ada orang yang pesan buket bunga untuk wisuda dadakan. Untung saja kita masih punya stok bunga." "Syukurlah kalau begitu." Bellia dengan cekatan membantu Dita. Menyiapkan kertas, memilih bunga, memotong tangkai, lalu mengikatnya menjadi satu dengan pita. "Bagaimana makan malammu dengan Bos Funiture itu?"
1028.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 978 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Balasan untuk Adik Tak Tahu Diri

Balasan untuk Adik Tak Tahu Diri

Sepertinya Pak Cipto mendukungku atau jangan-jangan dia yang mengusulkan namaku pada kepala sekolah? “Hati-hati loh, Pak, istri di rumah bisa punya insting, loh. Gadis sekarang nggak boleh diberi perhatian. Mereka main sambar aja. Lagian ya, Pak, saya ingatkan bunga yang belum disunting memang kadang tampak lebih indah, Pak. Tapi, kalau sudah dipetik akan sama saja, Pak. Dia akan layu juga pada akhirnya.” Setelah ucapan Bu Aini itu, seisi ruangan guru jadi gaduh. Aku yang merasa tidak enak hati, izin langsung masuk ke dalam kelas.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
My Beautiful Adeline

My Beautiful Adeline

“Tadi Daddy sedang menjelaskan beberapa bunga kepadanya. Dan syukurlah dia terlihat menikmati, tidak sepertimu yang menghindar.” Samu terkekeh. “Ini untukmu, sebagai ucapan terima kasih karena telah mendengar ocehan Daddy-ku.” Samu memberikan buket bunga tersebut kepada Adeline. Berisi kumpulan Bunga Mawar yang sangat harum. “Bunga Mawar merah, menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang.”
9.8103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai buket bunga untuk guru
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Sophia Setiawan
Masih bolak balik ngecek tiap hari, siapa tau ada update an terbaru. Selalu sabar menunggu lanjutannya Adeline sm Kendrick. Tahun baru semangat baru yaa thor, didoain Authornya selalu sehat biar selalu semangat nulisnya. Fighting...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Stuck In H2SO4

Stuck In H2SO4

I was getting kinda used to being someone you loved, My beloved lecturer,"ucapku membawa buket bunga yang sengaja ku siapkan untuk perpisahan tanpa ku duga akan disaksikan banyak orang sembari menahan air mata yang bercucuran. "Bawa saja itu,"ucap Fatih membuat ku semakin merasa tertolak. "Ehm memang ini bukan seberapa. Setidaknya sebagai bentuk terimakasih saya. Buang saja tidak apa-apa asal jangan ditolak,"ucapku menatap nanar langit-langit.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
KARANGAN BUNGA UNTUK PELAKOR

KARANGAN BUNGA UNTUK PELAKOR

Aku sudah menyiapkan kejutan spesial untuk mereka berdua. Pagi-pagi sekali. Aku mengirim dua karangan bunga ke kampusnya yang bertuliskan. SELAMAT ATAS KELULUSAN PELAKOR, YANG TELAH MEREBUT SUAMI ORANG. ORANG TUA CAPEK-CAPEK BIAYAIN SEKOLAH BIAR PINTAR. BUKANNYA PINTAR, EH MALAH JADI PELAKOR! Bersambung ....
1014.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

‘Gawat! Siapa lagi kali ini yang kirim buket Bunga ke gue?! Kenapa ada aja sih yang bikin suami gue cemburu..?! Tapi gue penasaran, apa emang gue ada penggemar rahasia ya?!’ batinnya penasaran. ​Hans membungkuk hormat, memberikan sebuah buket besar mawar putih yang tampak sangat mewah dan segar, lengkap dengan pita sutra berwarna silver.
1043.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai buket bunga untuk guru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status