Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

Ia melihat kartu yang tersemat di sana, bertuliskan, “Jangan marah ya. Maafkan aku karena tidak bisa menemanimu hari ini. Sampai bertemu nanti malam.” Tidak ada nama siapa pun di sana. Laureta jadi curiga, apa jangan-jangan buket mawar ini bukan ditujukan untuknya. Lantas untuk siapa? Dan dari siapa pula? “Apa kamu ingin aku meminta pelayan untuk menyiapkan vas bunga? Kamu bisa memindahkan bunga itu supaya tidak cepat layu. Dengan menambahkan es batu dan gula, bunga-bunga itu akan jadi lebih segar dan tahan lama.”
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Bulan Sabit

Pendekar Pedang Bulan Sabit

"Kalung ini spesial. Ini terbuat dari bunga sakura dengan darah yang mengalir dari tubuh guru Okuda. Kalung ini juga terbuat dari tembaga yang sama yang dibuat menjadi pedang milik guru Okuda. "Guru Okuda memberikan kalung ini kepada murid-murid kesayangannya. Aku mendapatkan kalung ini dari guru Okuda dan aku meminta kalung itu lagi dari guru Okuda, agar aku bisa memberikannya kepada murid kesayanganku yaitu Gikwang." "Kalung ini maksudmu, Sunbae?" Jinhwan memperlihatkan sebuah kalung yang juga melingkar di lehernya kepada seniornya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Valentine & Memories

Valentine & Memories

Meera menyuruhnya masuk dan Meera terkejut ada sebuah buket Bunga besar yang dibawa. "Bu, ini ada buket bunga dan kue untuk ibu." "Dari siapa ?" tanya Meera bingung dan sekertarisnya memberikan kartu ucapan. Meera berterima kasih dan sekertarisnya keluar ruangan. "Bumi," gumam Meera lalu menarik napas lelah. Untuk apa pria ini mengirimkannya buket bunga ? Meera menggelengkan kepala lalu kembali membaca email yang masuk. Tbc...
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Sampai Maut Memisahkan Cinta

Sampai Maut Memisahkan Cinta

Ujar guru senior dengan tabiat ketus. "Apa ibu Astuti tahu soal ini?" "Bu Astuti mah bakal setuju aja sama apa yang kami ucapkan." Bunga berpikir sembari menatap lekat Yusni dan juga guru wanita lain yang duduk di sebrang sana. Sekarang dia mengerti apa yang terjadi. Di meja Bunga terdapat banyak hadiah perpisahan dari anak muridnya yang baru saja naik kelas. Termasuk satu buket bunga mawar yang sangat indah.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin

Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin

Matanya membelalak. Di ambang pintu berdiri seorang staf laki-laki yang nyaris tertutupi oleh sesuatu yang sangat besar di pelukannya. Sebuah buket bunga raksasa yang penuh mawar putih, anggrek ungu, dan baby breath. Staf itu tampak sedikit kesulitan menyeimbangkan berat buket. “Kau dapat kiriman bunga, Kak,” katanya. “Dari Tuan Dellier.”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling

Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling

Keesokan harinya, di dalam aula. Tempat pernikahan itu didekorasi dengan lembut oleh bunga-bunga segar dan kain tile putih. Cahaya matahari menembus jendela kaca patri, menjatuhkan bayang-bayang cahaya yang berwarna-warni dan berpendar. Para tamu undangan mengenakan busana terbaik mereka, berbincang sambil tertawa dan tersenyum. Semuanya menantikan kemunculan Calvin dan Tania.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa

Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa

Wanita itu memegang sebuah buket bunga Lily segar yang masih menguncup berukuran sedang, yang dikemas tampak elegan dengan kertas wrap linen warna cream lembut. Keeva menghampiri bunga tersebut dengan ragu. “Oh, iyaa. Terima kasih,” ucap Keeva. Tangan Keeva melingkari buket itu, lalu ia mendekatkan hidung pada bunga-bunganya. Seketika senyum tipis terukir di bibir Keeva. Wangi bunga tulip tersebut terasa pas, tidak berlebihan menusuk hidung. Menelengkan kepalanya, memikirkan siapa pengirim bunga itu. Seumur-umur Keeva tak pernah menerima bunga, kecuali saat penghargaan di Singapura dulu. Itu pun dari Ayahnya.
10749 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Membawa Lari Anak Kembar CEO

Membawa Lari Anak Kembar CEO

Di antara bunga yang cantik itu ada boneka dan juga snack kesukaan Neo dan juga Shenina. Buket bunga yang dia buat sendiri. Yang sengaja dia persiapkan untuk menandai perpindahan anak-anaknya dari playgroup menuju ke Taman Kanak-kanak. Hari ini adalah wisuda mereka, Neo dan Shenina. “Kamu sudah siap?” Lara terjaga dari keterpakuannya pada buket bunga saat mendengar tanya dari Alex. “Sudah, Alex. Kamu?”
9.9188.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Mencintai Guru Galak

Mencintai Guru Galak

ujar Gilang membuat Rizal tersenyum bahagia, mendapatkan teman-teman yang baik yang mau menolongnya dalam keadaan kesulitan seperti ini. Sedangkan Via keluar untuk melihat UB yang tengah menanam bunga-bunga, karena gadis cantik itu lumayan suka dengan bunga-bunga jadi dia meminta semuanya menanam bunga di sekitar perusahaan, dan juga taman yang ada di perusahaan itu agar perusahaan mereka terlihat hidup dan cantik. "Wah bunga ini sangat indah, aku akan merawatnya dan dia akan menjadi bunga yang paling aku sayang," ucap Via sambil memegang bunga mawar merah yang baru memiliki bunga satu.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kontrak dengan Ibu dari Anakku

Pernikahan Kontrak dengan Ibu dari Anakku

Pria paruh baya itu menjawab, "Saya tunggu di toko saja, Non. Takutnya Non butuh sesuatu." Bella hanya tersenyum. Mereka pun bergegas menuju basement. *** Tiba di toko bunga, Bella disuguhi dengan laporan permintaan pembuatan buket bunga. Bukan ratusan, tetapi ribuan. Karena pasalnya salah satu universitas ternama di kota itu akan mengadakan acara wisuda. "Kapan acaranya?" tanya Bella kepada salah satu karyawannya. "Minggu depan, Nyonya."
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status