Pusaka Warisan Semut Rangrang
Tanpa berkata apa-apa, ia mengambil sebuah buku besar yang sudah sangat kusam dan meletakkannya tepat di hadapan Sarah, di atas kontrak bisnis yang baru saja disodorkan wanita itu.
"Sarah, lihatlah buku ini. Ini adalah catatan harian ayah saya sejak tahun pertama ruko ini berdiri," ujar Madun dengan suara berat yang dalam. Sarah membuka buku itu dengan jemari lentiknya yang terawat, ia membaca tulisan tangan yang bercerita tentang perjuangan Madun tua dalam memberikan segenggam beras kepada seorang nenek yang tak mampu membayar, dan bagaimana ayahnya sering kali rela tidak mengambil untung demi memastikan warga desa tetap bisa makan. Sarah tertegun, matanya yang tadi penuh ambisi bisnis mul
인기 회차