Dream first class
“apakah kejadian sebelum kamu menemukan dirimu siuman di pinggir dermaga itu masih kamu ingat?”
Ia diam dan berpikir, memaksa ingat lagi namun kutahan. Daripada membuatnya sakit kepala lebih lanjut, aku memilih mengalihkan pandang ke arah rak buku kecil yang ia tunjuk di atas mejanya tadi. Melihat bagaimana judul-judul kecil yang ia tempel dipunggung bukunya itu berjajar rapi. Ada catatan tentang mimpi, catatan memori, catatan harian, catatan penting dan catatan masa depan. Aku penasaran dengan isinya namun tentu saja itu privasi. Tapi aku akan bertanya dulu, kalau tidak dikasih maka tidak apa-apa.
Hot Chapters