DIARY SKIZO
Selama ini kami sudah menganggapnya bagian dari keluarga.
"Hish! Sama aja, tar dikira kita berbuat yang iya-iya!"
Lagi-lagi kami tergelak.
"Mas."
"Hmm?"
"Aku punya buku cerita, tapi tulisannya masih berantakan," ujarku.
Mas Ichsan mengernyit, "Terus?"
"Mas Mau baca, nggak?" tanyaku
.
"Aku bukan bocah, gak suka baca dongeng!" tolaknya.