Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Benih Penerus Keturunan Mertua Di Rahimku

Benih Penerus Keturunan Mertua Di Rahimku

Badannya gerah karena banyak sekali perempuan penggosip yang berkumpul dalam satu ruangan. “Kau kenapa, Lizzie? Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?” Annabeth yang sedang sibuk merapikan camilan di dalam kantung belanja, terheran-heran melihat Lizzie yang tampak memandangi Nazarina tanpa kedip. Lizzie hanya menggeleng, kemudian mengambil ponselnya diam-diam dan mengetik sesuatu di sana. Elena yang sedang serius mengobrol dengan Nazarina, mendadak fokusnya teralihkan saat menerima sebuah pesan dari Lizzie.
106.4K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as bus liz
Read
+Library
Lusia

Lusia

tanya suara lain yang tak Lusia kenali. “Sangat cantik,” sahut Brent dengan cepat, ia tak perlu lagi meragukan kecantikan Lusia. Bahkan meskipun baru ia temui pertama kali. “Apa yang kamu berikan padanya?” tanya si suara asing itu. Brent mendecakan lidahnya dengan kesal, “Aku tidak akan membuatnya mati. Barang dagangku harus dalam keadaan baik bukan?” Barang dagang? Lusia merinding dengan perumpamaan yang Brent tujuka untuknya. Barang dagang? Lusia tak hanya jatuh ke tangan orang jahat, tapi bisa saja lebih dari itu.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 168 Times as bus liz
Read
+Library
BASTARD IN THE BUS

BASTARD IN THE BUS

Baiklah, tantangan berikut: melewati the bastard. Lisa bersiap-siap. Bus yang akan dinaiki sedang mengantri. Masih ada waktu, pikir Lisa. Jadi dia bisa pura-pura mendekati lelaki itu. Pelan gadis itu berjalan menuju tempat the bastard berdiri. Jaraknya agak jauh dari tempat bus tujuan Lisa, tapi tak apa. Setidaknya lelaki itu berdiri di tempat para pengantri. Sedikit lagi gadis itu mendekat. Sekitar dua meter jarak mereka berdua, Lisa mempercepat langkah, namun lelaki itu malah menjauh, memberi jarak pada Lisa. Mungkin lelaki itu mengira Lisa akan mengantri. Dan tepat di saat itu bus tujuannya tiba. Lisa menghela nafas pendek. Waktunya berangkat. Setengah kecewa, Lisa memasuki badan bus. ***
103.2K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as bus liz
Read
+Library
Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin

Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin

Atau jangan-jangan keluarganya ternyata sudah mengasingkan diri? Berbagai pikiran buruk mulai muncul di kepalanya itu. Lizy tak bisa berpikir jernih setelah melihat tatapan Bu Hana. Seperti ada kode yang membuat Lizy jadi berpikiran begitu. “Kamu tahu orang-orang ini, dan semua orang tahu,” ucap Bu Hana. “Ha?” “Pemilik perusahaan raksasa HK-Nation. Kamu tahu?” tanya Lizy.
4.8K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as bus liz
Read
+Library
Pengantin Pengganti untuk Suami Buruk Rupa

Pengantin Pengganti untuk Suami Buruk Rupa

Liz membalas lambaiannya, dan baru masuk saat mobil Rein sudah menjauh. “Big deal?” Asher ada di sana tentu. Mendengar semua pembicaraan Liz dan Rein, tidak terlalu paham fashion, tapi cukup paham kalau ini kesempatan untuk Liz melangkah maju. “Big… Big deal!” Liz menghempaskan tubuhnya ke sofa dan mengusap wajahnya. Rasanya masih tidak percaya.
1077.5K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as bus liz
Show Reviews (38)
Read
+Library
ENY YULIKA
Kalo tentang ide cerita setiap novel pasti memiliki keunikan tersendiri. Tapi tentang kekuatan bahasa novel ini adalah yang terbaik yang pernah saya baca. Author jelas memiliki kecerdasan tingkat tinggi yang tidak bisa saya bayangkan dari mana dia mendapatkannya. Satu kata "terima kasih"... .........
Rasmiyati
Aku baca beberapa bab dan masih belum selesai, tapi sejauh ini ceritanya bagus dan kebawa emosi dan perasaan juga, bagian paling berkesan sih dimana Ruby gak menyerah dan tetap pada pendiriannya bertahan sama Eduardo yang selalu bersikap kasar padanya.
Read All Reviews
LALI

LALI

Ia bingung apakah kedatangannya akan memperparah sakitnya Asih atukah bisa sedikit mengobati sakit yang ia derita. Harun memandang Dewa sekali lagi sebelum ia pergi. Dewa mengangguk yakin. Harun mengambil tas selempangnya dan segera pergi meninggalkan Dewa. Wajahnya telihat begitu resah sama seperti perasaannya. Kereta dengan kelas bisnis membawa Harun meninggalkan kota Lumpia. Sepanjang jalan mulutnya terkunci rapat dan hatinya selalu merapalkan doa-doa untuk menenangkan hatinya.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as bus liz
Read
+Library
Dibuang Suami, Dipinang CEO

Dibuang Suami, Dipinang CEO

Dengan langkah percaya diri dan penampilan nyaris seperti model majalah bisnis, Liza berjalan melewati deretan meja kerja dengan high heels berdecit pelan. Semua mata menoleh, sebagian terpesona, sebagian lagi… mengernyit. Tina, yang tengah berdiri di depan whiteboard memberi arahan kepada tim, menghentikan sejenak penjelasannya ketika Liza muncul begitu saja di tengah ruangan.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 149 Times as bus liz
Read
+Library
Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO

Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO

Jadi, dia memilih bungkam dan selanjutnya pergi menyapa orang-orang penting di perusahaan bersama Lucien. Hari berikutnya, udara Los Angeles masih dingin saat Lizbeth melangkah keluar dari mobil dinas Kingsley Group yang membawanya ke kantor pusat. Gedung tinggi megah itu kini bukan lagi tempat asing. Dia akan bekerja di sini—bukan sebagai asisten atau staf biasa, tapi sebagai CEO Divisi Internasional.
1075.4K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as bus liz
Read
+Library
BI-LA

BI-LA

Abas tersenyum mengejek membuat Biru terdiam. Kemarin memang hampir seluruh kerjanya tidak berjalan sebaik biasanya. Biru bahkan hampir menghapus daftar lokasi pemasaran produk Perusahaannya dan kalau itu terjadi, mungkin Biru bakalan di pecat tanpa pesangon sedikitpun. "Kemarin ada cewek yang datang." "Cewek? Ini lo lagi ngomongin soal lawan jenis kan?" Biru mengabaikan pertanyaan Abas yang menurutnya tak perlu dijawab.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as bus liz
Read
+Library
LILY

LILY

Mungkin, besok pagi mereka akan terbangun dengan keadaan yang lebih segar daripada hari sebelumnya. Keesokan paginya, Lily sudah siap dengan setelan bajunya. Blouse bermotif bunga yang dipadukan dengan celana kain panjang berwarna hitam. Jangan lupakan high heels yang berawarna senada dengan celananya. Sedangkan tasnya ia memllih kelly bag yang juga berwarna hitam. Perfect! Itulah satu kata yang tersemat jika melihat penampilannya. Seperti biasanya, ia akan mengendarai mobilnya menuju ke tempat kerjanya. Tidak ada yang spesial. Ah! Hampir ia melupakan. Hari ini ada yang spesial. Dirinya akan malam dengan Bara. So excited!
105.4K viewsOngoingAdded to Library 200 Times as bus liz
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status