Ide Gila Bapak!
Lama di sini, nggak baik untuk kesehatan jantungku!
"Eiittts, jangan!" teriak Emir, "Aima, lepas dooong. Aku sama Dwi ada janji, sama teman kami yang satu lagi. Terserah deh kamu mau ngapain sama Ibu, udah ya. Bu, Emir pamit." Kami mengucap salam, di bawah tatapan tajam dari gadis yang katanya turunan Pak Lurah!
"Bang Emiiiir!" jerit Aima, dengan terus ditenangkan Ibu. Kami berangkat tanpa peduli pada perasaannya, pada kuasa yang Bapaknya miliki!
Hot Chapters