Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suara Desahan Di Kamar Iparku

Suara Desahan Di Kamar Iparku

Aku memilih tombol keluar, lalu beralih pada pesan paling atas dengan nomor tanpa nama. [Jam satu siang di cafe semriwing. Jangan sampai telat.]
9.61.2M viewsCompletedAdded to Library 42.3K Times as cafe coffee time
Read
+Library
SHIELD

SHIELD

Rokok itu tidak menyala, dia hanya hadir sebagai objek permainan jarinya saja. Di hadapan Fandi, ada segelas Cappucino dingin dan Cake rasa vanila kesukaannya. Dia sedang berada di teras sebuah caffe, yang mungkin sudah satu bulan ini menjadi kafe favoritnya. Kafe ini berhadapan dengan mini market yang buka 24 jam. Di setiap hari selasa hingga kamis, pukul 7 pagi. Ada satu wajah yang menjadi pembuka harinya, dia cantik. Dengan kucir kuda dan wajah tanpa make up, cantik. Akan berbeda jika hari Jumat hingga senin, dia hadir setiap pukul 5 sore sampai malam.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as cafe coffee time
Read
+Library
Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Akan tetapi, di sudut jalan kecil dekat taman kota, Cafe Jasmine berdiri seperti ruang waktu yang terpisah dari hiruk-pikuk itu. Jam dinding menunjukkan pukul delapan tepat ketika Naren mendorong pintu kaca kafe tersebut. Bel kecil di atas pintu berdenting pelan. Aroma kopi pahit dan bunga melati yang menjadi ciri khas tempat itu menyambut indera penciumannya. Cafe Jasmine tidak ramai. Hanya ada tiga meja yang terisi, dua diantaranya oleh pasangan lansia yang tampak menikmati pagi dengan sunyi, dan satu lagi oleh seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun yang duduk membelakangi jendela.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as cafe coffee time
Read
+Library
TETANGGAKU SUAMIKU

TETANGGAKU SUAMIKU

Jelita memegang cangkir kopi yang terasa masih panas, lalu menyeruput seteguk minuman dengan rasa manis itu. “Kamu pesan apa?” tanya Jelita pada lelaki di depannya. “Hmm, cappucino aja.” Kevin memanggil seorang pelayan yang sedang mencatat pesanan dari meja lain. Beberapa menit kemudian, pesanan itu datang. Kevin dengan secangkir cappucino dan Jelita dengan secangkir kopi susu kesukaannya. Alunan musik pop Barat mengalun lembut di telinga. Hampir seluruh sudut cafe dipenuhi oleh pasangan muda-mudi, karena memang cafe itu ramai dikunjungi oleh orang-orang berpasangan.
1020.1K viewsCompletedAdded to Library 501 Times as cafe coffee time
Read
+Library
Dikhianati Diranjang Pernikahan

Dikhianati Diranjang Pernikahan

Ia menoleh ke kanan dan kiri, berharap menemukan sesuatu yang masih buka di jam sepagi ini. “Akhirnya…” ucapnya lega ketika matanya menangkap papan kecil bertuliskan 24 Hours Café di sudut lobi. Rania mempercepat langkahnya. Begitu masuk, aroma kopi hangat langsung menyambut inderanya. Seorang pria berseragam café menghampirinya dengan senyum ramah. “Selamat pagi, Kak. Silahkan duduk. Mau pesan apa?” tanyanya sambil menyerahkan buku menu.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as cafe coffee time
Read
+Library
Takdir Perjanjian Pernikahan

Takdir Perjanjian Pernikahan

Dai hanya ingin duduk di salah satu kafe dan menghabiskan waktunya di sana. Clara masuk ke dalam sebuah kafe yang posisinya tidak jauh dari lobby utama. Clara memesan hot cappucino dan cheese muffin. Clara memilih duduk di sudut, jauh dari keramaian. Dia kembali mengingat putrinya sangat menyukai segala jenis cake. Tentu itu karena Clara juga menyukai segala jenis cake.
8.832.3K viewsCompletedAdded to Library 646 Times as cafe coffee time
Read
+Library
TERNODA DI MALAM PERTAMA

TERNODA DI MALAM PERTAMA

Ternyata jarak kafe langganannya Pak Rafi itu tidak terlalu jauh, tapi karena jalanan macet jadi memerlukan waktu sekitar satu jam perjalanan. Pak Ravi kembali membukakan pintu untukku. Aku pun turun dan berjalan beriringan dengannya. Suasana kafe ternyata sudah ramai. Orang-orang datang ke sini agak malam karena live musik memang dimulai setelah Magrib, kata Pak Ravi, tadi. "Kamu mau minum apa?" tawar Pak Ravi setelah menemukan tempat duduk yang nyaman untuk kami.
1098.9K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as cafe coffee time
Read
+Library
Between Revenge and Love

Between Revenge and Love

Kedatangan Pak Leo disadari oleh pemilik cafe. “Halo, Kapten.” Max menghampiri dan menyapa Pak Leo dengan wajah sumringah. Max adalah pemilik Barry Cafe. Barry sendiri diambil dari nama belakangnya, Maximus Barry. “Halo, Max. Tumben cafemu belum ramai.” Pak Leo menyisir seluruh ruangan dan melihat bahwa hanya ada beberapa meja yang digunakan pengunjung, termasuk dirinya. Max tersenyum. Dari senyumnya itu, ia menduga kalau Pak Leo memang belum mengerti jam ramai dan jam santai di cafenya. “Masih jam 11, Kapten. Mungkin sebentar lagi, cafe ini akan penuh.”
106.5K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as cafe coffee time
Read
+Library
Tertawan Cinta Kakak Ipar

Tertawan Cinta Kakak Ipar

Perlu waktu sekitar 15 menit untuk sampai di sana. Suasana yang hangat dan mewah menyambut kedatangan Yuan malam itu. Ketika ia melangkah masuk, aroma kopi segar dan rempah-rempah mewah memenuhi udara. Dinding cafe dihiasi dengan sentuhan modern dan elegan, menggunakan warna-warna netral seperti emas, putih, dan hitam untuk menciptakan suasana yang eksklusif. "Di mana duduknya dia?"
105.4K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as cafe coffee time
Read
+Library
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Pesan dari Bima dengan alamat. "Kafe Kopi Keliling, Menteng. Jam 7 malam. Jangan terlambat."
9.8119.7K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as cafe coffee time
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status