Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perawan Rasa Janda

Perawan Rasa Janda

Tapi sampai beberapa lama pria diam membeku menikmati dengan syahdu kopi buatanku dengan tatapan memindai padaku. Aku mulai menjadi gelisah. Aku sungguh tak mempunyai waktu untuk semua ini. Aku mulai melirik jam dinding di depanku. Waktu bergerak terasa cepat untukku. Malam ini aku berniat untuk mendatangi cafe yang disebutkan Hanny dan melamar pekerjaan di sana. Dalam pesan yang telah dikirim Hanny beberapa saat lalu, Hanny menyebutkan jika pemilik cafe itu akan menyempatkan waktu buatku, jam tujuh ini.
1038.2K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as cafe coffee time
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Sebuah kafe kecil di sudut jalan yang sering ia lewati. Di depan kaca kafe terpajang tulisan “Christmas Special” dengan hiasan daun pinus dan lampu kecil yang berkelap-kelip. Aroma kopi dan susu hangat langsung menyambut begitu ia membuka pintu. Di dalam, suasana masih cukup sepi, anya suara mesin espresso dan denting sendok di cangkir. Naomi berdiri di depan kasir. Naomi sebenarnya hanya ingin membeli matcha dan latte untuk Rahaal. Dia harus membalas untuk cheese cake kemarin.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as cafe coffee time
Read
+Library
Dead&Queen

Dead&Queen

Kopi Titik Koma, pukul 19.30 WIB. Hujan deras mengguyur kaca jendela kafe, menciptakan pola air yang terus berubah di permukaan kaca. Suasana kafe yang biasanya nyaman dengan aroma kopi robusta dan jazz lembut, hari ini terasa pengap bagi Alma. Jari-jarinya yang ramping mengetuk-ngetuk meja kayu solid dengan ritme tidak sabar, sementara di layar MacBook-nya terbuka presentasi klien yang deadline-nya tinggal 48 jam lagi.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as cafe coffee time
Read
+Library
Bertukar Tubuh dengan CEO Tampan

Bertukar Tubuh dengan CEO Tampan

Dia pun bergegas menuju ke sebuah kafe yang berada di seberang stasiun. Sama seperti stasiun, kafe yang menjajakan berbagai jenis kopi dan cemilan itu juga buka 24 jam. Itu bukan kedai kopi besar, hanya sebuah kedai minimalis yang setiap pengunjung diharuskan melayani dirinya sendiri. Dan Feng Siyu sangat menyukai tempat ini, karena dia tidak harus atau perlu bersinggungan dengan orang lain.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 231 Times as cafe coffee time
Show Reviews (17)
Read
+Library
Oei Monica
Halo guys! Maaf semalam ada kekeliruan kasih nomor bab. Seharusnya kemarin aku up Bab 122 - Berlomba Untuk Mendapatkan Informasi. Judul dan isi bab sudah bener ya, cuma angkanya aku salah tulis Bab 123. Sudah aku edit. Tinggal tunggu lolos saja. Barusan aku up Bab 123 - Dia Terlalu Meremehkan.
DUCATI MONSTER
Tukang drama di novel ini? LU DONG Tukang selingkuh di novel ini? LU DONG Mertua kejam di novel ini?LU DONG Ayah dan suami kikir di novel ini? LU DONG Pria serakah di novel ini? LU DONG Yang pengecut juga LU DONG! Kabur cuy! wkwkkk Cepat Thor bikin mampus nih orang!
Read All Reviews
Mendadak Menikah Dengan Klien Papa

Mendadak Menikah Dengan Klien Papa

Callista memberikan senyum misterius dan bila sudah begitu, mereka yakin Caffe yang Callista pilih pasti akan sebaik Caffe sebelumnya di London. Sambil menunggu malam tiba, Callista membawa ketiga temannya untuk menikmati cheese cake dan kopi di De Koffieschenkerij—sebuah Caffe bergaya vintage di tepi kanal ini sangat nyaman untuk melepas lelah sembari menikmati pemandangan indah di sekitarnya. Keempat remaja itu menciptakan hening yang lama karena sibuk mengedit foto lalu mempostingnya ke I*******m.
1089.5K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as cafe coffee time
Read
+Library
Dendam Istri Presdir Yang Diperlakukan Seperti Pembantu

Dendam Istri Presdir Yang Diperlakukan Seperti Pembantu

Radit melihat penampilannya di depan cermin, sudah sempurna, lalu dia tersenyum. "Kafe biasanya?" gumam Radit. "Oh kafe de Lunna, kafe bulan, dulu kita sering ke sana karna namanya mirip dengan nama Luna," ucap Radit, lalu dia bergegas menuju ke kafe itu. Butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai di kafe itu. Radit sudah sampai lebih dulu, dia melihat ke arah jamnya, jam menunjukkan pukul sembilan empat puluh lima.
1037.8K viewsCompletedAdded to Library 832 Times as cafe coffee time
Read
+Library
Touch Me if You Dare

Touch Me if You Dare

Mereka sepakat untuk bertemu di sebuah cafe. Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, Aaron sampai di cafe tempat ia janji bertemu dengan Kevin Williams. Suhu musim semi yang hangat membuat orang-orang betah berada di luar rumah. Jalan-jalan ramai oleh pejalan kaki, dan pegiat seni jalanan. Tampak sejumlah orang berkumpul mengelilingi sekelompok pemuda yang tengah mengadakan pertunjukan. Tak terasa hati pun terasa hangat menyaksikan harmonisasi yang ada di depan mata. Aaron mematikan mesin mobilnya, sejenak memandangi harmonisasi itu dari kejauhan, lalu melangkah masuk ke cafe dengan senyuman yang tak lepas menghiasi bibir maskulinnya.
1075.9K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as cafe coffee time
Read
+Library
Malam Pertama dengan Dosenku

Malam Pertama dengan Dosenku

Tujuannya adalah agar tak mudah dikenali. Ia masuk pelan ke kafe itu, waktu menunjukkan pukul 10.07. Sudah ada beberapa pelanggan yang duduk, sebagian sibuk dengan laptop, sebagian lain larut dalam obrolan. “Selamat datang di Kafe Cello. Untuk berapa orang, Pak?” suara itu—ramah, ringan, dan tidak dibuat-buat—membuat napas Azzam sejenak tercekat.
1060.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as cafe coffee time
Read
+Library
Takdir Yang Tertunda

Takdir Yang Tertunda

Sore ini. Rintik hujan itu menjadi deras. Dari dalam cafe aku berdiri memperhatikan lalu lalang orang diluar yang mencari tempat berteduh. "Selamat datang di Cafe Coffee kami," terdengar suara Waitres menyambut tamu yang datang. Aku tersenyum melihat seseorang yang datang menghampiriku. Kulirik jam tanganku sudah menunjukkan pukul 17:00. Jam pulang bekerja bagi yang kerja kantoran.
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 437 Times as cafe coffee time
Read
+Library
PASUTRI MAGANG

PASUTRI MAGANG

BAB, 40. 🌻 Jarum jam menunjukkan pukul 12:47, ketika cahaya siang menumpahkan Kilauan keemasan melalui jendela kaca besar kafe. Di balik kaca itu, dunia luar bergerak dengan ritme sendiri- lalu lintas perlahan, angin yang mengusap dedaunan, dan bayangan pepohonan yang menari di atas trotoar. Namun di balik kafe, waktu terasa lebih pelan, seolah memilih untuk beristirahat sejenak.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as cafe coffee time
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status