Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Malang Tunarunguku

Suami Malang Tunarunguku

"Cake cokelat biasanya paling cepat laku, jadi letakkan di posisi paling terlihat." Satu per satu karyawan mulai berdatangan. “Pagi, bos! Pagi, nyonya bos!” sapa Minjae, kepala café, sambil membungkuk sopan. Lelaki muda itu mengenakan apron berwarna navy dengan logo café di dada kirinya. Jennie membalas senyumannya. “Pagi, Minjae! Wah, kau tepat waktu seperti biasa.”
10972 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
When I Me(e)t You

When I Me(e)t You

Tidak banyak café yang buka 24 jam, mungkin saja memang Niken sedang sangat ingin makan supper, dan café itu hanyalah satu-satunya opsi, atau mungkin Niken sedang menunggu Delia. “Ken.” Niken mendongak dan mendapati Caraka yang tengah menatapnya bingung. “Kamu ngapain jam segini, Ka?” Pasalnya memang saat itu sudah menunjukkan hampir pukul 02.00 dini hari. Hanya orang yang benar-benar kelaparan, atau orang yang baru pulang dari club yang biasanya mampir ke café. “Harusnya aku yang nanya. Café ini deket banget sama tempatku, wajar kalo laper aku ke sini. Kamu? Ini udah tengah malem. Laper juga? Di deket apartemenmu nggak ada café buka?”
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 813 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat dan Obsesi Tuan Kendrick

Terjerat Hasrat dan Obsesi Tuan Kendrick

Serena cukup terpukau dengan suasana cafe, nama cafe itu sangat sesuai dengan suasananya. “Garden Cafe.” Serena membaca tulisan yang ada di atas bangunan itu. Garden cafe adalah tempat yang biasa anak muda kunjungi dan Kendrick bisa menebak jika Mamanya tak mungkin ketempat itu. Kendrick menarik tangan Serena dengan lembut, mengarahkannya melalui pintu kaca cafe yang ramai. Suasana hangat menyambut mereka, berpadu dengan aroma kopi yang menggoda. Mereka berdua memilih tempat duduk di sudut yang agak tersembunyi.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Gosipin Si Boss

Gosipin Si Boss

Hari semakin gelap, cafe bernama ''Treasure' ini pun menjadi semakin ramai. Kebanyakan tamu yang datang berusia sekitar remaja akhir hingga usia pertengahan dua puluhan. Sementara menunggu pesanan datang, mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol, berfoto, dan bermain permainan papan yang tersedia di cafe ini. "Jadi, Bapak mau bicara apa?" tanyaku tak sabar.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Pengantin yang Tak Diinginkan

Pengantin yang Tak Diinginkan

"Kafe baru buka jam delapan nanti. Jadi, aku tidak bisa menyiapkan sarapan untukmu." "Kalau kopi?" "Kalau kopi aku masih bisa buatkan," ucap Rachel. "Ayo!" ajaknya setelah membuka pintu kafe. Alex melangkah masuk. Matanya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan kafe. Menatap segala ornamen dan setiap hal kecil yang ada di dalam ruangan tersebut. "Duduk, Lex! Aku buatkan kopi untukmu dulu," kata Rachel sembari meletakkan blazer-nya di sandaran kursi.
911.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Broken Wings

Broken Wings

Tampaknya kafe ini akan ramai jika jam makan siang atau jam pulang kantor. Aku memesan minuman terlebih dahulu sambil menunggu Rani datang. Secangkir latte dengan sepotong cheese cake. Lagi-lagi tanpa sadar aku memilih menu yang sama dengan menu yang selalu dihidangkan Adrian. Bahkan ketika menghirup aroma kopi, pikiranku otomatis mengingat lelaki itu. Senyum bersahajanya, suaranya, bahkan gerak-geriknya saat meyuguhkan kopi. Beruntung Rani datang tidak terlalu lama, sehingga tak terlalu lama aku terlarut dalam dimensi pikiran yang selalu menyeretku pada Adrian.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Love Is Complicated

Love Is Complicated

Lynn memeriksa rekaman tadi pagi lalu menghela napas kasar tersenyum miring. "Ternyata kau ... apa alasanmu?" ujar Lynn lalu menatap mawar di tempat sampahnya, menyedihkan. Waktu jam menunjukkan pukul dua belas siang. Lynn keluar begitu saja tanpa mengajak Leiss. "Sendiri?" tanya Nina, karyawan Cafe Caffino. "Menu seperti biasa dan cappucino," ujar Lynn tak menghiraukan pertanyaan Nina tadi. Lynn tersenyum lalu berbalik menuju meja nomor 12 paling sudut.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Ayah

Duda Pilihan Ayah

“Kebetulan kafe di depan situ, itu punya gue. Tadi dari jendela lihat ibu-ibu cantik duduk sendirian, jadi gue samperin deh.” Kanaya menoleh sejenak, melihat kafe minimalis bergaya modern yang belum lama ia sadari keberadaannya. “Sejak kapan lo buka tempat itu?” tanyanya, masih dengan nada datar. “Baru semingguan, sih,” jawab Rian sambil menyerahkan satu cup kopi ke tangannya. “Caffè latte. Favorit lo, kan? Tenang aja, nggak gue racunin.”
9.777.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai cafe coffee time
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Yanti
terlalu banyak kata dirinya dalam 1 kalimat. contoh bab 22. seharusnya : Dewa diam, bekas luka itu didapat ketika baru saja pulang dari bekerja paruh waktu, untuk membeli makan, membiayai kedua adiknya, dan membayar kontrakan namun saat perjalanan pulang dia dihadang oleh tiga orang laki-laki yang.
Baca Semua Ulasan
ISTRI 48 JAM TUAN CEO

ISTRI 48 JAM TUAN CEO

*** Dandelion Drip Coffee Bella duduk di salah satu meja yang sudah direservasi sebelumnya. Sudah pukul dua siang, sedikit terlewat jika untuk jam makan siang. Berulang kali ia melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya, lalu menyesap cappucino yang sudah tidak lagi panas. “Sudah lewat lima belas menit, kenapa mereka tidak konsisten soal waktu? Padahal aku terlambat sedikit saja, pasti dimarahi habis-habisan. Dasar—”
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status