Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Akhtar memeluk kedua kawannya itu satu per satu. “Wah ternyata jam segini sudah ramai,” ujar Adrian dengan perasaan kagum. “Ya, lumayan. Ayo masuk! Kalian aku kasih tempat spesial di dalam sana,” ajak Akhtar dengan riang. Vanika dan Adrian memasuki kafe dengan perasaan kagum. Kafe itu bertema English Style pada umumnya. Tempatnya begitu luas dan dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Interiornya terlihat aesthetic dan serba berwarna cokelat muda. Di tempat itu sudah cukup ramai.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Di antara waktu diamnya, saat tidak melayani pelanggan. Cafe itu masih sedikit sepi, karena biasanya baru ramai setelah makan siang. London kota yang sibuk, jadi penduduk kota itu tidak memiliki waktu untuk sekedar menikmati kopi pada pagi hari. Saat pelayan itu mengangguk dan berlalu, terdengar denting yang menandakan pintu cafe terbuka. Jantung Matteo segera memompakan darah extra yang mungkin bercampur adrenalin berlebih. Dengan sangat perlahan, Matteo mengangkat kepala melihat siapa yang datang.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Terjerat di Hati yang Salah

Terjerat di Hati yang Salah

Sampai akhirnya, waktu sudah semakin beranjak naik, saat ini waktu sudah hampir tengah malam. “Maaf, Kak. Kami sudah mau tutup.” “Lho? kenapa cepat sekali tutupnya? Bisa kasih saya waktu sebentar? Calon suami saya sebentar lagi tiba." “Maaf, Kak. Gak bisa. Ini sudah waktunya kafe kami tutup, Kak." “Tapi … saya sedang menunggu tunangan saya datang ke sini!" Mentari menunjukkan foto Adiaz. Pelayan kafe saling memberikan tatapan penuh tanda tanya.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Perawan Rasa Janda

Perawan Rasa Janda

Tapi sampai beberapa lama pria diam membeku menikmati dengan syahdu kopi buatanku dengan tatapan memindai padaku. Aku mulai menjadi gelisah. Aku sungguh tak mempunyai waktu untuk semua ini. Aku mulai melirik jam dinding di depanku. Waktu bergerak terasa cepat untukku. Malam ini aku berniat untuk mendatangi cafe yang disebutkan Hanny dan melamar pekerjaan di sana. Dalam pesan yang telah dikirim Hanny beberapa saat lalu, Hanny menyebutkan jika pemilik cafe itu akan menyempatkan waktu buatku, jam tujuh ini.
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Peluklah aku Seperti Dulu

Peluklah aku Seperti Dulu

Tristan mengangguk dan memutuskan untuk menemaninya keluar. Kafe yang dipilih Helen terletak di pinggiran Woodland—sebuah kafe taman yang menawan, terkenal dengan pilihan kopi dan kue-kue lezatnya, serta taman kecil tempat para pengunjung bisa berjalan santai. Meskipun sudah bulan Desember, cuaca hari itu cerah tak biasa, dan bunga-bunga di taman masih bermekaran indah.
1025.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 950 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

“Ada di proposal bisnis. Gampanglah nyarinya. Direktur PT. Usah Kau Kenang Lagi.” “I-Iya. Ada apa, Jei?” “Emm. Mau tanya, tahu di mana café yang buka 25 jam sehari?” ujar Jei. “Tapi sehari hanya 24 jam, Jei.” “Maksudku itu, 24 jam.” “Café Jangan Cinta di pinggir danau sipin, Jei.” “Itu di mana, bisa tunjukkan arahnya dari kantorku?”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

Namun penuh tekad. Pertempuran baru saja dimulai. Darren menekan tombol pada remote presentasi. Layar besar menampilkan gambar bangunan kafe dengan nuansa hangat, kayu, tanaman hijau, dan tulisan besar di atasnya: “Kopi Rasa Rumah.” Darren menegakkan bahu. “Konsep kafe kami adalah kopi rasa rumah.” Para dewan direksi langsung fokus. Beberapa bahkan mencondongkan badan ke depan, penasaran. Di sisi meja utama, Nyonya Rukmini tersenyum puas melihat reaksi itu.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Aku ingat berdiri di luar, menatapnya lewat kaca, melihatnya mengenakan celemek cokelat yang kusam sambil membersihkan meja. Jadi begini rupamu. Tidak istimewa. Hanya pria yang dibayar per jam untuk bertahan hidup. Aku tersenyum waktu itu. Lalu aku mendorong pintu kafe itu dengan bahuku. Bel kecil di atas pintu berdenting. Aroma kopi murah dan susu panas langsung menyambutku. Tempatnya sempit. Murah. Jelas bukan seleraku. Carter membeku saat melihatku.
841 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Semua Perempuan Itu Mengejarku

Semua Perempuan Itu Mengejarku

Sesekali dia malah mendesah. Beberapa menit mereka terbawa suasana demikian. Tanpa sadar, waktu di kafe itu berjalan aneh seperti menolak berlalu. Mereka berhenti saat ada pengunjung baru yang melewati mereka. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 20.15, tapi Doni belum ingin beranjak. Kopinya sudah hampir habis, sementara Mira masih memainkan ujung sedotannya, menatapnya dengan senyum samar.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Dikhianati Diranjang Pernikahan

Dikhianati Diranjang Pernikahan

Ia menoleh ke kanan dan kiri, berharap menemukan sesuatu yang masih buka di jam sepagi ini. “Akhirnya…” ucapnya lega ketika matanya menangkap papan kecil bertuliskan 24 Hours Café di sudut lobi. Rania mempercepat langkahnya. Begitu masuk, aroma kopi hangat langsung menyambut inderanya. Seorang pria berseragam café menghampirinya dengan senyum ramah. “Selamat pagi, Kak. Silahkan duduk. Mau pesan apa?” tanyanya sambil menyerahkan buku menu.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai cafe coffee time
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status