I Coffee You
Mengidu aroma kopi yang bisa menenangkan dirinya agar tidak mengingat wanita tersebut, mengingat wanita itu selalu membangkitkan sesuatu dalam dirinya.
Lokasi cafe dengan tempatnya lumayan jauh, membutuhkan waktu lama untuk sampai. Melihat usahanya yang sudah dikenal orang-orang sekitar sempat membuatnya ingin membuka cabang, tapi tampaknya tidak semudah itu melakukannya. Melangkahkan kaki dengan melakukan penyamaran, menutup wajanhnya menggunakan topi dan masker. Langkah kakinya menuju tempat yang biasa dipakai pengunjung untuk bekerja, mengirim pesan pada seseorang jika dirinya sudah datang.
“Bukannya ada shooting? Memang sudah selesai? Apa balik lagi setelah ini?”
Hot Chapters