Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TEA SOMMELIER GIRL ( GADIS PERACIK TEH)

TEA SOMMELIER GIRL ( GADIS PERACIK TEH)

Mungkin karena terbiasa bicara dengan Eyang putriku, like grandma like her grand daughter. Kuambil teko keramik juga tiga cangkir beserta tatakannya. Kusiapkan teh wangi. Lalu ku campur dengan teh dengan kepekatan lebih tinggi. Kutuangkan air panas ke teko. Kumasukkan gula tanpa kalori ke masing-masing cangkir. Kutuang teh ke cangkir. Kuaduk dan segera aku beranjak dari dapur. Pelan-pelan aku berjalan ke depan. Sampai di tikungan menuju pintu teras, kudengar suara pelan suamiku bicara.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai cangkir teh
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

​Uap panas mengepul dari cangkir porselen putih, membawa aroma teh melati yang bercampur dengan wangi bunga teratai dari taman paviliun. ​Liying menuangkan teh itu dengan gerakan yang luar biasa anggun dan terukur. Tangan mungilnya yang biasa menggenggam gagang pedang kayu hingga melepuh di malam hari, kini bergerak gemulai layaknya seorang dewi seni yang tak pernah menyentuh pekerjaan kasar. Ia meletakkan cangkir itu tepat di hadapan Yuchen, sengaja menggunakan teko dan nampan teh sebagai barikade fisik di antara mereka agar pria itu tidak memiliki ruang untuk meraih tangannya lagi.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai cangkir teh
Baca
+Pustaka
Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

Jawab Yuda. Tanpa disuruh, aku sudah menuangkan air hangat dari dalam tremos ke gelas yang sudah ku beri manis beserta teh beraroma melati. Seketia warna coklat khas teh larut memenuhi teko berbahan beling. Kemudian kutuang kedalam tiga cangkir kecil. "Mama pengen cari udara segar disana." "Ini ma tehnya." Aku letakkan secangkir teh hangat beraroma melati itu didepan mama juga suamiku.
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 561 kali sebagai cangkir teh
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Dalia menatap cangkir teh di depannya tanpa ekspresi. Uap hangat dari teh melayang pelan ke udara, menari lembut di hadapan wajahnya, namun tak mampu menembus dinding kebosanan yang membekap pikirannya. Ia mengaduk permukaannya pelan dengan sendok perak, suaranya berdenting pelan namun berulang, seirama dengan napasnya yang tenang namun berisi.
9.857.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai cangkir teh
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
Red in Us

Red in Us

tegur Sakha sambil meletakkan cangkir berisi teh hangat di depan Katha. “Wow, bos buat minum sendiri, ya,” kekeh Katha. “OB yang buat. Aku cuma ambil di depan,” jelas Sakha sambil tertawa. “Minum, Tha. Udah kuminta buat hangat.” Katha mengangguk, lalu menyeruput teh hijau tanpa gula itu. Aroma teh bercampur melati memanjakan hidungnya. “Jadi gimana? Kemarin kamu nggak jawab telfonku.” Sakha memulai obrolan yang memang harus mereka bahas.
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 623 kali sebagai cangkir teh
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

Uma mencegah Bik Iyah yang ingin meraih cangkir keramik. Uma lalu mengambil cangkir yang paling dekat dengannya. Mengisinya dengan satu kantong kecil teh melati, gula dan menuang air panas ke cangkirnya. Ia menatap uapnya naik perlahan. Mengubah air bening menjadi coklat muda. Ia mengaduk teh perlahan dan menyesapnya sedikit demi sedikit. Rasa manis dan harumnya aroma melati sedikit menenangkannya. Karena Bik Iyah sedang sibuk memasak nasi goreng, Uma menghampiri Bik Sumi yang membawa alat-alat pembersih rumah.
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 671 kali sebagai cangkir teh
Baca
+Pustaka
Dilema Istri Kedua

Dilema Istri Kedua

Cuih, sok alim. Tangannya membawa nampan. Di nampan itu ada dua cangkir air yang terlihat masih mengepul. Dari aromanya, aku yakin kalau itu adalah teh melati kesukaanku. Sok perhatian. Ingin rasanya menumpahkan teh panas itu pada wajah polosnya yang tampak tak berdosa dan tak punya malu. Mas Fahri mengambil teh panas itu dari tangannya. "Minum dulu, ya. Biar kamu sedikit tenang," ucap Mas Fahri sambil mengulurkan cangkir itu padaku.
8.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai cangkir teh
Baca
+Pustaka
OH MY EDWARD : ATASANKU GEBETANKU

OH MY EDWARD : ATASANKU GEBETANKU

Cangkir yang mencerminkan sifat elegan dan feminin untuk Zuri, dan yang kuat dan berani untuk Mirah. Dengan lembut, Jemy mengangkat nampan berisi cangkir teh dan berjalan menuju ruang tamu. Dia tersenyum lembut saat melihat sahabat-sahabatnya, Jemy pun menawarkan mereka cangkir teh dengan kedua tangan. "Teh matcha untuk kedua sahabat gue! Selamat menikmati," ucapnya, dengan nada suara yang hangat dan ramah.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai cangkir teh
Baca
+Pustaka
Atasan Duda Itu Mantan Pacarku

Atasan Duda Itu Mantan Pacarku

ucapku lagi menegaskan. “Ya udah minum dulu.” Mas Satria meraih cangkir keramik dengan warna krem itu dan kemudian memberikan padaku. Dengan tangan kanan aku menyambut cangkir yang berisi teh itu dari Mas Satria. Tangan pria itu masih ikut memeganggi sampai aku menegak sebagian dari isi cengkir tersebut. Mas Satria mengembalikan cangkir berisi teh yang sebagian telah aku minum itu di atas meja.
9.561.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai cangkir teh
Baca
+Pustaka
Tukar Posisi agar Suamiku Mengerti Kalau....

Tukar Posisi agar Suamiku Mengerti Kalau....

Dia menatap tajam ke arahku. “Iya!” “Awas saja nanti kalau kamu bilang teh buatan Abang itu enak. Abang cium sekalian kamu!” ancamnya seraya menjerang air, menuangkan sedikit gula lalu memasukkan satu kantung teh beraroma melati ke dalam cangkir. Tidak lama kemudian dia kembali membuka dua cangkir teh, menyuguhkannya kepadaku dan segera kusesap perlahan supaya rasa mual yang aku rasakan segera hilang.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai cangkir teh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status