Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perangkap Sang Penguasa

Perangkap Sang Penguasa

“Apa kau ingin tahu bagaimana kita bertemu pertama kali?” Qiana mendadak membuka matanya, menjadi tertarik. Memangnya bagaimana? “Suatu kali aku pernah diculik dan di sandera di sebuah pulau. Usiaku saat itu tiga belas tahun. Aku berhasil meloloskan diri dan bersembunyi dalam sebuah kapal yang mengangkut persediaan makanan.”
1031.2K viewsCompletedAdded to Library 748 Times as captors
Read
+Library
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

Kai, wakil dari kapten Axelle datang dan menyerahkan laporan berkas yang Axelle minta beberapa menit yang lalu. "Ada apa, Kap? Ada yang bisa Saya bantu?" Axelle menyerahkan satu lembar foto berukuran 3R itu kepada Kai selaku wakilnya. "Kapten nggak mengenal perempuan ini siapa?" Axelle seketika menoleh pada Kai yang masih mengamati foto gadis itu. "Memang, Kamu kenal, Kai?" "Inikan keluarga yang dulu disandera oleh teroris dan mafia yang akhirnya Kapten terlibat bom bunuh diri itu, Kap,"
1026.9K viewsCompletedAdded to Library 861 Times as captors
Read
+Library
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

Sebuah jendela virtual muncul, menampilkan dua pesan baru. Keduanya bertuliskan "Hadiah Penaklukan Baru!" diiringi gambar kotak kado yang terbungkus rapi. Ternyata, ini adalah hadiah dari sistem kacamata karena aku berhasil menaklukkan dua wanita, Nadia dan Sari, dan menjadikan mereka pelayanku. Aku mengklik notifikasi pertama, lalu yang kedua, menekan opsi 'Terima' pada masing-masing hadiah.
3.3K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as captors
Read
+Library
CAP PELAKOR

CAP PELAKOR

Dia segera berteriak memanggil Alan dan dokter. Naya menangis sedih, dia mencoba mengguncang tubuh Hanan. Hingga akhirnya layar pendeteksi tanda kehidupan berbunyi nyaring. Naya melihat layar tersebut, netranya membulat melihat layar tersebut menampilkan garis lurus.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as captors
Read
+Library
FANS

FANS

kata Nara pada seorang ABG yang sepertinya tertarik membeli. "Saya mau nyari yang anti air, Kak. Ada ?" "Ada, Kak, yang seri ini," jawab Nara dengan ramah menunjukkan produk sesuai yang calon pembeli inginkan. "Mahal banget, Kak. Yang dua sejutaan ada gak ?" "Aduh maaf, belum ada, loh." "Ah, kurang canggih," kata ABG itu lalu pergi.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as captors
Read
+Library
Tangkap Aku (if you can)

Tangkap Aku (if you can)

Fannia Heh? Siapa yang masukin Kak Gara ke grup kelas kita? 0895xxxxxxxx Aku. Maaf ya gak bilang-bilang. Soalnya Kak Gara minta masukin ke grup ini. Katanya ada yang mau dibicarakan dan itu penting. Aku mengerutkan alisku. Aku pun menggeser layar ponselku ke atas dan aku baru menyadari ada Kak Gara di dalam grup ini.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as captors
Read
+Library
Pelabuhan Hati Sang Kapten

Pelabuhan Hati Sang Kapten

Untuk penilaian menembak laras panjang dilaksanakan dengan tiga sikap, yaitu tiarap, duduk dan berdiri, yang masing-masing menggunakan sepuluh peluru. Saat ini Niko sudah memakai peralatan menembak seperti kacamata dan penutup telinga untuk melindungi telinga dari paparan kebisingan yang bisa mengakibatkan kerusakan. Pria tampan itu kini berdiri sambil membawa pistol laras pendek. Pandangan Niko fokus ke depan dengan mengarahkan senjatanya pada titik target yang dituju. Dengan sikap sempurna dan di rasa target yang di tuju pas dengan senjatanya, Niko pun melepaskan satu tembakan. “Duarr,” satu tembakan yang Niko lepas mengenai sasaran yang di targetkan Niko.
9.86.4K viewsOngoingAdded to Library 248 Times as captors
Read
+Library
ANNORA

ANNORA

"Maaf, nyari siapa mas?" "Ya, nyari tuan rumah, lah, pak. Yakali nyari bapak, " ucapnya rada tengil, Pak satpam yang berada di didepannya pun menaikkan alisnya bingung lalu perlahan mengerti. "Oh, silahkan masuk, " ucap satpam itu, lalu perlahan membuka gerbang lebar - lebar.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as captors
Read
+Library
CINTA

CINTA

geram Veno dalam hati mengepalkan kedua tangannya. " Iya Lee yang memberitahu papa dan memperlihatkan rekaman CCTV yang terjadi di sana , di mana terjadi kamu Veno Bree Lacerta dengan sangat berani mencium seorang gadis remaja dan yang lebih parahnya lagi , itu terjadi di dalam ruangan kamu " geram Aswindra hendak melayangkan tamparan lagi pada Veno tapi di hentikan oleh Qanita yang menahan tangan nya. " sudah paa , kita bisa bicarakan pakai otak jangan pakai otot seperti ini " ujar Qanita menenangkan Aswindra.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as captors
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status