Tetanggaku Luar Biasa
Dan, saat kunyalakan mesin, terlihat tanda bahwa bahan bakar dalam keadaan limit.
Aku mengusap dada, menarik napas dan membuangnya perlahan. Tanpa banyak bicara, kubuka semua pintu mobil. Aku yang sudah rapi jali, terpaksa mengambil peralatan untuk membersihkan kendaraan yang akan kami pakai. Tidak mungkin kami berkendara dengan keadaan acak-acakan dan penuh sampah.
Mas Reyhan dan anak-anak yang sudah selesai bersiap, tidak tinggal diam melihatku sedang mengumpulkan sampah.