Pembalasan Sang Dokter Jenius
Dengan langkah tergesa-gesa, ia keluar, membanting pintu di belakangnya, dan dengan sekali hentakan kaki yang keras, ia menyalakan mesin motor bebeknya.
Deru mesin motor itu perlahan lenyap di kejauhan, meninggalkan keheningan yang canggung di antara Joko dan si ibu pemilik warteg. Di seberang jalan, "Warteg Barokah" kini tampak seperti kapal karam—kosong, berantakan, dan ditinggalkan.