Saat Hati Harus Kembali Terbagi
Aku mengangguk saja, kemudian segera masuk dan menyiapkan yang ia minta.
Mas Hanan memang laki-laki sigap. Bahkan ia sudah memasak nasi dan juga sambal serta menyiapkan beberapa macam lalapan.
"Kita langsung makan aja, ya? Mas udah nggak sabar ini," kata mas Hanan yang sudah membawa ikan bakar yang terlihat menggiurkan.
Aku mengangguk cepat. Perutku rasanya juga sudah keroncongan. Kami langsung mengambil posisi, mengisi masing-masing piring dan mulai menikmati sambil bertukar cerita.