NAFKAH YANG KAU MINTA KEMBALI
"Ibu tenang saja. Dia tidak akan betah tinggal di sana, karena semua kebutuhan yang dia perlukan sudah Mirna bereskan, salah satunya mengganti sandi wifi."
"Wah, jenius kamu, Mir. Ini baru mantu ibu, eh salah. Ini baru anak ibu." Wanita yang tadi mengeluarkan semburan naga itu tersenyum puas, sama sepertiku tadi. Membayangkan bagaimana reaksi Nina saja aku sudah bahagia, apalagi aku melihat dengan langsung.
Ah ... Iya. Rumah itu kan ada CCTV-nya, aku baru ingat, tetapi bagaimana cara aku mendapatkannya, aku kan sedang memblokir nomor bujang setengah lapuk itu.