Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
EUFORIA

EUFORIA

“Lambat laun kamu akan terbiasa, kok. Jadi, tenang aja. Tapi, kenapa aku nggak boleh membaca tulisanmu?” Sembari menutup buku bacaan, aku menjawab, “Yah, gue belum siap aja dibaca seorang penulis terkenal. Tulisan gue masih acak-acakan juga. Jadi, besok-besok aja, deh.” “Hmm. Menulis itu nggak harus bener dulu. Tapi, kamu harus menulis dulu, baru benernya belakangan.” “Ya, pokoknya besok aja. Gue cuma belum siap lo baca tulisan panjang gue yang isinya cuma curhatan doang.”
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
Kepolosanku Direnggut

Kepolosanku Direnggut

Aku harus bisa kaya kak Celin, dia pinter dalam segala hal, bisa bersosiallisasi, otak cerdas ditambah sengan attitude yang baik. Oke aku harus mulai dari latar masalalu dulu, yah meskipun harus inget lagi kejadian yang ga enak. “Dek, kalo belom bisa bikin latar atau bingung Mending tulis di buku tulis dulu deh, nanti kakak benerin alurnya. Kamu cerita aja ke kakak, ceritamu pembully an itu.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

tanyaku karena melihat perubahan drastis, pada ekspresi wajah dosen pembimbingku ini. "Pasal ini memuat aturan mengenai kewajiban penulis buku, untuk mengikuti berbagai acara tatap muka publik," jawab Argan membacakan inti dari kalimat, yang tertulis tebal di layar monitor. "Perusahaan penerbitan memang selalu mewajibkan penulis, untuk mengikuti sesi acara bedah buku secara langsung," ujarku membenarkan fakta mengenai prosedur wajib promosi fisik, bagi para pembuat novel.
825.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 543 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
Penyesalan Terbesar Mantan Suamiku

Penyesalan Terbesar Mantan Suamiku

Jenis hal yang kau tulis karena itu perlu ada bahkan kalau tak pernah dikirim, karena beberapa hal perlu dituangkan ke dalam kata-kata sebelum bisa dibawa dengan benar. Dia menulis soal aspirin di meja samping tempat tidur. Dia menulis soal tiga puluh dua lantai yang dihitung dalam diam di sampingnya setiap hari selama tiga tahun. Dia menulis soal tujuh belas menit, dan pesan teks yang tak pernah dia balas, dan apa isi pesan teks itu, yang sekadar Sera melihat sesuatu yang baik dan itu membuatnya memikirkannya. Dia menulis soal buku catatan itu dan entri terakhirnya. Dia menulis soal dapur Eleanor dan hal spesifik yang dia katakan, bahwa memulai saja tidak cukup dan dia tidak boleh mengacauk
473 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter

Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter

Semoga bisa menjadikan insipirasi dan pembelajaran di masa akan datang. Begitulah sepenggal kalimat pembuka yang Winda tulis untuk mengisi cover buku cetaknya bagian belakang. Winda sekarang langsung merambah ke dunia percetakan. Jadi, novel yang dia tulis akan langsung diterbitkan oleh penerbit terpercaya. Dengan modal 15 ribu perbukunya, maka keuntungan 100% yang akan Winda dapatkan dari penjualannya. Dan Winda memasarkan dengan harga 85 ribu rupiah perbuku. Winda baru terjun ke dunia literasi atau dunia kepenulisan ini sejak 5 bulan yang lalu.
1022.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 831 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
One Day In Your Life

One Day In Your Life

Semua kejahatan yang dilakukan umat manusia di dunia ini, di dalamnya pasti terkandung ucapan-ucapan yang tidak jujur ataupun kebohongan yang terorganisir. Kata Pramoedya Ananta Toer, "Orang boleh punya jabatan setinggi langit, tetapi selama dia tidak menulis, ia tak abadi." Karena aku ingin abadi, maka aku menulis. Annastasia menutup bukunya. Ia bertanya-tanya dan berpikir, bisakah seseorang kagum dengan tulisannya sendiri? Bolehkah? Apakah itu tidak akan dianggap sebagai gangguan kepribadian narsistik? Apapun itu, Ann tidak bisa memungkiri bahwa ternyata dirinya luar biasa untuk bisa menulis sedalam itu di usianya yang baru tiga belas tahun. Lantas, berangkat dari kenangan manis dalam menu
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Semua terlalu nyata untuk diabaikan, terlalu biasa untuk percakapan seperti ini. “Aku tidak bisa diam,” kataku, hampir seperti anak kecil. “Menulis adalah caraku bernapas.” Ira mengangguk pelan, gerakan yang menyiratkan pengertian yang tidak manis. “Kalau begitu, kau harus berubah. Dari penulis yang menceritakan rumah tangga menjadi penulis yang menyimpan peta. Kau tidak lagi sekadar menulis luka; kau harus memetakan jalur uang. Magnolia bukan bunga, Sinta. Ia jalur.”
789 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
Sayangnya, Pak Pengacara Mau Menikahiku

Sayangnya, Pak Pengacara Mau Menikahiku

“Tulis semua keinginan kamu disini, dari hal-hal kecil sampai ke impian yang paling besar.” Alea mulai menulis biodata dirinya di halaman paling depan, seraya jarinya sibuk menorehkan huruf satu demi satu, mulutnya juga ikut melontarkan ucapan tanpa henti. Memberi penjelasan pada Ilham bagaimana menggunakan buku itu, serta contoh-contoh impian yang dirinya sendiri mulai tuangkan. “Kayak gini.” Ia menunjukkan beberapa impian yang sudah dituliskannya.
10493 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
Setelah Hujan Bulan Desember

Setelah Hujan Bulan Desember

Angga : "Hei, kita bisa belajar online kan? Sesekali lewat chatting gini, atau lewat meeting room, zoom class!" Mahra : "Oke kalau begitu," Angga : "Oke, aku akan nulis nanti kamu koreksi! Bay the way aku suka nulis novel sejarah! Pengen maksudku!" Mahra : "Oke coba kamu buat kerangka tulisannya dulu, atau sinopsisnya!" Angga : "Siap Buk! Thanks you." Mahra menaikkan alisnya. Buk? Apa maksudnya?
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
Tuan CEO, Istri Cacatmu Genius

Tuan CEO, Istri Cacatmu Genius

gumamnya kesal. Terpaksa, dia menggunakan sedikit kemampuannya untuk memanipulasi itu semua agar tak banyak tanya. Di kotanya tak semudah itu mendapatkan izin untuk usaha. Apalagi dia harus mengajukan beberapa kerjasama dengan beberapa penerbit agar mereka tak ragu menitipkan buku-buku cetakannya. Gia tampaknya serius dengan usahanya. Dia pun membuat website penjualan untuk buku-buku yang dijualnya. Setelah semuanya siap dan berkas, Gia langsung merapikan semuanya.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai cara menulis buku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status