Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sangkar Emas Pernikahan

Sangkar Emas Pernikahan

Ia berharap apa yang diduganya salah, tapi Bryan tak terlihat keberatan dengan perkataannya. "Iya, Dewi yang pernah mendampingi kunjunganmu ke Malang. Dewi Mulia Sari." "Jadi namanya Dewi Mulia Sari. Huuuh … tak kusangka, penampilan boleh unyu ternyata hatinya Anabelle?" Kayla tersenyum sinis. Ia menelan saliva, mengingat wajah wanita yang disebutkan. Nama yang indah, sayang sekali kelakuannya berbanding terbalik dengan namanya.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

"Sekarang keluarga kita kayak dikirim santet, banyak serangga bau busuk, nenek mati gak wajar juga, kemarin Papa muntah darah." "Coba tebak siapa yang ngirim santet?" Tanya Rani. "Mama curiga sama kerabatnya Rumi, biasanya santet itu dikirim sama orang yang dendam. Asal kamu tahu, Rumi itu mati karena tradisi tumbal pengantin. Kusumadinata yang tahu. Coba tanya kakek kamu di kuburan." Rani melengos pergi. Edwin dan Intan lanjut menyambangi kamarnya. Mereka lantas merebahkan diri di atas ranjang.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
Melati di Kubangan

Melati di Kubangan

Terutama kalung itu yang membawa arti amat penting karena kehadirannya bersamaan dengan momen yang tidak akan pernah terlupa seumur hidupnya. Kalung itu dipesembahkan kepadanya dalam perjalanan pulang sehabis menjenguk nenek Restu yang tinggal di sebuah dusun kecil. Saat itu mereka terperangkap hujan dan terpaksa singgah berteduh di sebuah gubuk kecil di pinggir kebun. Restu mengatakan kalung itu adalah pemberian neneknya yang minta dihadiahkan pada calon istrinya kelak. Sudah tentu tak terkira rasa bahagia hatinya kala itu.
816 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
Kunikmati Suami Mendua

Kunikmati Suami Mendua

Ferdi, buat apa dia datang sepagi ini. "Assalamualaikum.. apa kabarnya, Vina?" "Seperti yang kamu lihat, saya baik-baik saja." "Mana anak-anak?" "Praska masih tidur, Ciya dan Cika masih di dapur. Oh ya mari silahkan masuk terlebih dahulu." "Terimakasiih." Ferdi melangkah masuk dan duduk di kursi. "Sebentar saya buatkan minuman sebentar ya"
9.5124.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

“Kalau lagi di alam bebas, perut harus tetap terisi biar punya tenaga.” “Oh iya, apa kamu tahu siapa pembuat batu cempaka biru?” tanya Ria penasaran. “Cenayang,” jawab Kiran tanpa ragu. “Batu sekuat itu pasti diisi dengan mantra khusus.” “Cenayang?” Ria mengerutkan kening. “Berarti, orang tua Raka kenal dengan cenayang yang membuat kalung itu? Dia bilang, kalungnya sudah ada sejak kecil.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
Target Cinta sang Pewaris

Target Cinta sang Pewaris

dengus Arman. Tawa Ardila mengalun indah, matanya menyipit, membuat wajahnya terlihat berseri. Arman memalingkan wajahnya dengan kerutan di dahi, sejak kapan ia memiliki sakit jantung. “Naya memang orang yang cerewet, walaupun begitu dia orang yang peduli pada sekitar. Aku beruntung menjadi sahabatnya,” ucap Ardila dengan tulus.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
Ada Berondong Tua

Ada Berondong Tua

Dia sudah memesan brownies terenak di kota ini untuk acara keluarga. Tak tanggung-tanggung, sepuluh loyang besar dibeli sekaligus. Ada juga lumpia Semarang yang terkenal enaknya sebagai tambahan. "Aduh, Sarah. Jadi ngerepotin." "Eh, gak apa-apa. Cuma sesekali," jawabnya dengan ramah. "Ah, kamu tiap arisan pasti bawa makanan terus." "Namanya keluarga, ya begitulah," jawab Sarah sembari tersenyum.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

"Sarita, iya itu Saritaku!" "Jangan asal sebut ya, Kak. Sarita, Kakak itu wanita kumal. Sedangkan dia adalah keturunan orang kaya bahkan tingkat wahid. Ngaco!" dengus Ni Luh. Kembali ke atas panggung, pembawa acara menyiapkan beberapa arsip untuk pembelian kalung tersebut. "Silakan di tandatangani, Nona!" Jemari lentik nan panjang itu bergerak indah mengukir tanda diri, setelah selesai pandangannya tertuju pada sosok pria yang sejak tadi hanya menatapnya dingin.
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 774 kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Isvara membukanya satu per satu di depan mata semua orang yang ada di sana. "Ini adalah Kalung Tasbih Giok Putih, pemberian Kak Samudra yang dipercaya mengandung doa perlindungan,” pungkas Isvara menunjukkan benda pertama. “Lalu, yang ini Pena Emas buatan Mahaguru Sasmita, pemberian Vajra yang dibuat dari logam paling murni. Dan benda terakhir adalah Cincin Stempel Hukum, hadiah dari Kaliyan, simbol keadilan dan kebenaran."
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Tadi pagi, sang mami klab secara sepihak memaksanya membawa kerang hitam pipih berharga mahal untuk keperluan berburu ilmu. Berdasarkan penjelasan singkat Sisca, kerang gaib itu bernama laptop dan konon mampu menyimpan ribuan mantra tulisan di dalam perutnya. Merasa sangat penasaran dengan benda tersebut, jari tebal Arya langsung menekan keras cangkang atas kerang hitam itu hingga berbunyi derak nyaring.
10.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai cerbung tien kumalasari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status