Nyonya Kaya Itu Hanya Lulusan SMA
Angkasa sungguh terkejut, ketika mendapati kamar mereka juga kosong, tidak ada Nara disana, yang ada hanya secarik kertas, yang ditindih oleh ponsel, ponsel milik Nara.
Tangan Angkasa gemetar, ketika dia mengambil surat tersebut dan membacanya.
"Selamat tinggal, terimakasih atas segala lukanya. Kugantungkan, dan kupercayakan masa depan dan kebahagiaan Baskara padamu, Angkasa. Takdir memang luar biasa hebatnya, menjungkir balikkan hidupku, aku benar- benar tidak menyangka, akan melewati begitu banyak luka, dan penyiksaan setelah menikah denganmu. Sebagai seorang suami, seharusnya kamu pastikan dulu kebenarannya, sebelum kamu menyiksaku sedemikian rupa. Demi Allah, sulit bagiku melupakan semua
Chapitres populaires