Gairah Liar Pernikahan
Jemarinya menyentuh pucuk hidung lelaki itu, menariknya turun menyentuh bibirnya, terus ke jakunnya lalu ke dadanya dan berakhir mengusap otot perutnya yang keras.
“Aku sudah bersuami, Kian. Dan kamu, sudah punya istri,” lirihnya, “aku harap, setelah malam ini, kita hanya bertemu secara profesional di kantor.”
“Kamu yakin?”
Tatapan mata Kian begitu tajam, seakan ingin membedah dan mengupas isi pikiran Runa.
“Apa semua yang kamu lakukan tadi cuma sandiwara? Kamu berteriak, mendesahkan namaku, meremasku memintaku tidak berhenti. Apa kepuasan yang kamu rasakan tadi cuma sandiwara?”
인기 회차