TUKAR RANJANG
“Dasar Mbak Hawa ... nyesel aku cerita.”
Dia menoleh pada Karin, lalu menyerongkan tubuh menghadap perempuan itu.
“Kenapa harus? Toh, kalaupun saya bilang juga kamu nggak bakal inget cowok kucel, gondrong, dan kumisan
yang dilempar botol bekas saking antusiasnya dilamar cowok
populer di koridor kelas.”
Karin membekap mulutnya. “Masya Allah!”