Satu Malam Bersama Dosen Tampan
Oleh karena itu, untuk sesaat, Aira membiarkan dirinya melupakan semuanya—Galang, luka di hatinya akibat pengkhianatan, dan air matanya yang belum kering—ia pasrahkan saja dirinya untuk tenggelam dalam dekapan hangat dari lelaki yang sejak beberapa waktu lalu telah bergerak tak karuan di atas tubuhnya.
Pada akhirnya, dalam kesamaran lampu temaram, sepasang insan—satu diliputi luka, satu terjebak dalam pengaruh obat yang tak pernah ia sadari kapan berada di minumannya—larut dalam momen yang tak pernah mereka rencanakan. Tidak ada nama, tidak ada perkenalan. Hanya bisikan samar, napas terengah, dan rasa sesak yang tercampur dengan kelegaan sesaat.
***
Hot Chapters