MELAHIRKAN LEWAT MULUT
"Sepertinya harta sudah benar benar membutakan mereka, sampai sampai tidak peduli siapapun mereka jadikan tumbal selagi menguntungkan. Tapi, kabar baiknya sekarang mereka mulai lengah sepertinya. Tidak lagi memperhatikan apakah calon korban mereka masih punya keluarga atau tidak. Keserakahannya telah membuat pekerjaan mereka jadi mempunyai celah. Kamu hebat, nduk. Terima kasih karna sudah membawa keponakanmu kemari, dengan ini kita siap menghadapi kemusyrikan."
*
*
Malam sebelum nya.
"Astagfirullah! Pak, bapak bangun, pak!" seru Bu Mala sambil mengguncang tubuh suaminya.
Suara jerit tangis Sultan sebenarnya sampai ke kamar mereka sehingga Bu Mala terjaga.
"Ono opo, bu?" tanya Pak Bagus yang
Hot Chapters