Diary Sang Kupu Kupu Malam
Aku tahu, Cantika akan paham dengan hal itu yang bermaksud ingin megungkapkan perasaan semalam yang terbuai menikmati kenikmatan dunia, sentuhan tangan tangan kekar tamu pertama yang serasa membuat angan ku terbang jauh.
Dia membalas perkataan dan ungkapan bahagia di balik senyum dan tawaku itu, dia tak tahu di balik tertawaku tersimpan luka dari perkataan yang memang sedikit menggores bathin.
“Itu cukup besar loh Mawar, jumlah yang besar!”
“Baru saja satu malam kau sudah mendapatkan uang begitu banyaknya,Bagaimana malam-malam berikutnya nanti? wah, bisa cepat kaya kamu, haha….”