KSATRIA TIGA JAMAN
Sial, bekas cengkramanku tertutup selendang aku harus mencari cara untuk memaksanya membuka selndang yang menutup bahunya, pikir Wirota,
Kebo Anengah, Rakryan Patih Singasari berpidato membuka turnamen itu dan setelah itu turnamen silat segera dimulai.
Para prajurit antar kasatriyan segera bertarung, pertandingan berlangsung seru, bunyi gamelan dan kendang bertalu-talu megiringi gerakan mereka. Matahari semakin tinggi dan tiba saatnya sesi menantang para perwira untuk bertanding dengan bawahannya. Seorang pranata acara mengumumkan