Menikahi Ayah Temanku
Ranjang empuk dan nyaman milik Wira membuai Sofia ke dalam tidur nyenyak tanpa mimpi.
Keesokan harinya, Sofia bangun lebih dulu dari Wira. Pria itu terlelap di sisi Sofia, dengan lengan memeluk tubuh Sofia erat.
Sofia menyingkirkan lengan kokoh Wira dari pinggangnya, dan berjingkat menuju kamar mandi. Sehabis membersihkan diri dan menunaikan shalat, Sofia berinisiatif untuk membuat sarapan.
Ia hilir mudik di dalam rumah luas itu, mencari arah yang benar menuju dapur, hingga akhirnya ia tiba di satu ruangan besar menuju sebuah pintu yang terbuka.