Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cerai pura pura

Cerai pura pura

Apa Angga tahu? "Assalamu’alaikum, Santi," sapa Ambar ramah, senyumnya manis sekali, memperlihatkan deretan gigi putih hasil *veneer*. "Wa’alaikumsalam," jawab Santi kaku. Ia tidak mempersilakan masuk. "Boleh aku masuk? Panas nih di luar. Kasian *baby*-nya kepanasan," Ambar mengelus perutnya dengan gerakan pamer.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Ketiga pintu itu terlihat identik—tidak ada tanda atau petunjuk apapun yang menunjukkan ke mana masing-masing menuju. Chen Long berdiri di depan ketiga pintu itu, menatap dengan intensitas yang dalam, mencoba merasakan perbedaan apapun yang mungkin memberikan petunjuk. Tetapi tidak ada. Ketiga pintu itu sama sekali identik dalam segala aspek—ukuran, energi spiritual, aura, semuanya sama. Dia mengeluarkan Cermin Semesta lagi. "Cermin Semesta, beritahu aku jalan mana yang menuju ke Alam Zamrud Putih."
618.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 605 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Cintaku Terbentur Dua Lelaki

Cintaku Terbentur Dua Lelaki

PLUK Sari menepuk pundak Kiara yang membuat gadis itu berjengit kaget dan mengalihkan pandangannya dari Angkasa yang kian tidak terlihat. "Jangan dilihatin mulu, coba sekali-sekali samperin." "Nggak ah, malu." "Dasar, kalau cuma diem-dieman ngapain pacaran?"
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

Kutampar mulutmu baru tahu rasa nanti! ”Memangnya aku tidak berani sama sundal macam kamu?” Tanpa berkata sepatah pun, Riris Manik langsung menyabetkan cemeti saktinya. Cemeti ini yang dinamakan Cemeti Wisapadas. Ujung cemeti atau cambuk ini menjulur dengan sangat cepat hendak menyabet leher Arumsari.
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 677 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

Saat itu adalah masa dimana aku masih menjadi seorang remaja polos tanpa polesan bedak atau lipgloss di wajahku. Seragamku pun masih kelonggaran, rambut kukuncir kuda agar tidak mengganggu penglihatan mataku yang minus. Ya, saat itu mataku sudah minus tetapi aku tidak ingin memakai kaca mata. Jangan tanya apa sebabnya. Jawabannya sangat jelas. TIDAK PERCAYA DIRI. Aku merasa diriku semakin jelek jika harus memakai kacamata.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
PARANORMAL CANTIK

PARANORMAL CANTIK

Cermin yang sedang memantulkan bayangan wajah Sadat itu tiba-tiba berubah menjadi seperti genangan air bergelombang. Dari dalam cermin itu keluar sepasang tangan berjubah hitam. Tangan aneh itu salah satunya menggenggam senjata sabit mirip paruh burung bergagang panjang. Lalu, tampak pula bayangan berkerudung hitam si pemegang senjata maut tersebut. Sadat tersentak dan terpaku di tempat melihat kemunculan wajah tersebut, Sadat bahkan tak sempat
1035.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 789 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Istriku

Gairah Liar Istriku

Cermin itu dingin—terlalu dingin untuk benda yang berdiri di ruangan tertutup seperti ini. Ia menatap sekeliling. Tidak ada kamera. Tidak ada suara. Tidak ada satu pun yang bisa menjelaskan kenapa benda itu ada di sana, dan mengapa ia tidak memantulkan apa pun. Saat ia menarik diri, ia sadar bahwa tak hanya dirinya yang tak terlihat. Bahkan bayangan lampu gantung di langit-langit pun tak terpantul. Cermin itu bukan sekadar cermin. Itu bukan alat untuk melihat, tapi untuk menghapus.
11.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

tanya Arya heran. “Cermin ini dapat mengeluarkan cahaya yang bisa menerangi sejauh 5 tombak.” tutur Gayatri sembari menggosok permukaan cermin itu sebanyak 3 kali, kemudian muncul lah sinar terang lurus seperti senter sebesar ukuran cermin itu memancar ke depan.
1025.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 950 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
THE SHADOWED LEGACY

THE SHADOWED LEGACY

Cermin-cermin itu tampak seperti mata besar yang mengawasi, memantulkan bayangan Aria yang kecil dan rapuh di tengah kegelapan. Cermin-cermin itu berbeda dari cermin biasa. Masing-masing memiliki bingkai yang rumit, terukir dengan simbol-simbol yang tidak dikenal Aria, seolah-olah setiap cermin membawa cerita sendiri. Namun, yang paling menakutkan adalah pantulan yang mereka hasilkan. Alih-alih memantulkan ruangan seperti biasanya, cermin-cermin itu tampak seperti jendela menuju dunia lain—dunia yang gelap dan penuh misteri.
918 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

Mira memperhatikan dengan cermat, meskipun dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan Pak Kusuma. "Cermin ini," kata Pak Kusuma sambil memegang cermin kecil itu, "akan menjadi jembatan kita ke dunia mereka. Namun, ini hanya berfungsi sementara. Kita harus bekerja cepat." Mira menatap cermin itu dengan cemas. "Bagaimana kita bisa menemukan Arga di dalam sana?"
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status