Hasrat Terlarang Sepupu Tampan
Angin membawa aroma hujan yang baru berhenti, dingin, tapi menenangkan.
Sesaat ia hanya berdiri di sana—diam, menahan segala sesuatu yang terlalu sulit untuk dijelaskan.
Ia menarik napas panjang, mencoba menata pikirannya, namun sesuatu di dalam dadanya tetap bergolak. Ia tahu, rasa itu bukan hanya cemburu. Lebih dari itu… rasa kalah.
Pelan, Han merogoh saku celana, mengeluarkan ponselnya yang sedari tadi bergetar tanpa ia pedulikan. Layarnya menyala, menyorot wajahnya yang tampak muram.