Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Sambil berjalan pelan ke arah rumah, mereka berbagi senyum tanpa banyak kata. Di dalam rumah, lampu dinyalakan. Kehangatan menyambut mereka seperti pelukan lama yang kembali ditemukan. Malam itu, tak ada notifikasi, tak ada scroll layar. Hanya ada obrolan ringan, tawa pelan, dan rasa damai yang memenuhi tiap sudut rumah. Sebelum tidur, Averine membuka bukunya dan menulis: “Hari ke-1001: Dunia kecil kita nggak butuh panggung. Cukup rumput basah, tawa yang pecah, dan cinta yang nggak ke mana-mana.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Baca
+Pustaka
Suami 6 Bulan Untuk Ibu Presdir

Suami 6 Bulan Untuk Ibu Presdir

Seseorang yang tidak pernah tertarik dengan hal-hal yang tidak penting, harus berada di tenda peramal dan mendengarkan ramalan tentang dirinya dan masa depannya. “Terkadang kita juga harus nggak waras, Bang. Kalau aku waras terus kan nggak ada kejadian unik yang dijadikan cerita di saat-saat seperti ini.” “Benar juga ya, Yang. Terkadang hal-hal yang tidak terduga seperti itu memang suatu hal yang lucu saat diceritakan di lain waktu.” Meskipun hari ini mereka tidak jadi keluar dan pergi, tapi menghabiskan waktu di rumah seharian bersama dengan keluarga adalah yang terbaik.
10147.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Baca
+Pustaka
Acara Syukuran di Rumah Mertua

Acara Syukuran di Rumah Mertua

Mana mau dia menikah dengan duda miskin sepertiku? Tepat pukul 17.00 sore, aku tiba di rumah. Aku masih menempati rumah kontrakan kecil yang kami sewa. Hidupku saat ini masih datar saja, belum juga ada perubahan yang berarti. Warung pecel Ibu juga masih buka, dan penghasilnya pun masih seperti biasa, belum ada peningkatan yang berarti. Aku sudah berusaha menabung, tapi selalu saja ada kebutuhan yang mendesak dan ujungnya uang yang aku simpan selalu saja terpakai. "Baru pulang, Ken?" tanya Ibu, setelah aku masuk ke dalam rumah.
1051.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

Suasana mendadak senyap, hanya terdengar detik jam dinding yang seolah menanti kelanjutan kalimat itu. "Dia bekerja di rumah sakit dari pagi sampai sore. Setelah pulang pun, ia masih sempat memasak satu dua macam lauk favorit suami dan anak-anaknya. Malamnya membantu anak-anaknya mengerjakan PR, membereskan rumah, dan membacakan dongeng sebelum tidur." Hening. Bu Mirna, Bu Iyet, dan Bu Wisni tidak tahu harus menanggapi cerita Bu Tiur yang berbeda ini seperti apa.
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 579 kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Baca
+Pustaka
Istri Badas VS Pelakor Keji

Istri Badas VS Pelakor Keji

Aku hanya ingin tenang dengan segala kekuranganku. Hari-hari berlalu dengan sangat damai. Tak ada yang mengusikku. Tak ada obrolan mengenai pertemuan keluargaku dengan mantan suami. Ayah dan Mama hanya mengobrol seputar kejadian kecil di sekitar rumah. Seperti tetangga yang membagikan mangga hasil panen depan rumahnya, anak tetangga yang membawa kucing kamu pulang, adikku yang baru saja memenangkan lomba.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Baca
+Pustaka
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

Apakah dirinya akan baik-baik saja dengan perilaku ku? "Mbak, ini sudah larut malam,"ucap Celine mengingatkan untuk ke sekian kalinya. "Aku sudah sempat tertidur. Lagipula ini sudah jam empat pagi,"ucapku. Dugaan kalian diriku tengah menikmati masa kehamilan di rumah sepenuhnya salah. Saat ini diriku masih berada di depan layar komputer menyelesaikan pekerjaan. Semenjak Kania berangkat kuliah, diriku kembali sendirian. Tetapi kepala ku menjadi lebih mudah jenuh saat berdiam di rumah. Sekalipun itu malam dan membuatku sering bermalam di kantor.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Baca
+Pustaka
180 Hari Menuju Akad

180 Hari Menuju Akad

Semua kebutuhanku masih dipenuhi oleh papaku, dan untuk urusan rumah termasuk merapikan pakaian dan kamarku juga masih dibantu oleh asisten rumah tangga di rumah kami. Setiap hari rutinitas ku hanya antara rumah dan kantor saja. Rutinitas berangkat pagi dan pulang malam sudah menjadi hal biasa. Aku bahkan jarang berkumpul dan mengobrol dengan kedua orang tuaku, karena setelah sampai rumah diri ini lebih memilih untuk tidur saya. Ya, dunia ini terlalu kecil untukku, dimana kantor adalah tempatku untuk mengais rezeki dan kamar adalah tempat ternyaman ku untuk melepaskan penat dan gundah ku.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Baca
+Pustaka
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

ucapku sambil berlalu pergi. Kubaringkan kembali tubuhku diranjang. Tak kupedulikan pekerjaan rumah yang pagi ini belum terjamah sama sekali. Berkali-kali Ibu dan juga Mayang menggedor-gedor pintu kamar, pastinya memintaku untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang biasanya memang aku yang kerjakan. Tak kurang akal, ku gunakan headset agar teriakan mereka tak mengganggu konsentrasiku untuk menulis cerita pertamaku.
9.480.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Pemanis Aksara
ceritanya mantap Thor. oh iya izin promosi Thor. boleh mampir ke ceritaku, Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas status tamat dan cerita Kain Basahan Basah di Kamar Mandi status on going. Terima kasih.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Kebangkitan Rank Terendah

Kebangkitan Rank Terendah

katanya suatu siang di kantin. "Tidak." "Muka kamu bilang iya." "Muka ku tidak bisa bicara." "Bisa. Aku sudah baca muka kamu sejak SD." ... Di rumah, kesibukan masih seperti biasanya. Ibu masih memasak dengan porsi yang selalu lebih dari cukup. Sari masih melapor soal kucing-kucing di depan rumah. Piring-piring masih ada di meja makan saat Arka pulang. Tapi ada hari-hari di mana saat Arka berangkat pagi, bengkel masih sunyi. Tidak ada suara palu. Tidak ada asap dari tungku.
446 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Baca
+Pustaka
TETANGGAKU SUAMIKU

TETANGGAKU SUAMIKU

Part 12 * Pagi. Jelita terbangun dengan aktivitas yang sama. Menyiapkan sarapan, makan dalam keheningan, membersihkan rumah, dan kembali ke kamar jika bosan menonton. Tak ada yang spesial dalam hidupnya, bahkan pernikahan yang bagi orang lain terasa indah, baginya adalah masalah. Ya, semua berawal dari masalah, berlanjut berlarut dalam suasana yang tak diinginkan.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai cerpen keseharian di rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status