RAHASIA IBU
Saling berpelukan kala malam telah bersatu dengan embusan angin dingin.
Sebelum subuh berkumandang, kami sudah bangun. Berbagai pekerjaan rumah tangga telah menanti. Ibu dengan cekatan menyiapkan sarapan, sementara aku menyapu dan mengepel rumah. Rumah mewah dua lantai ini harus bersih, rapi, dan wangi sebelum pemiliknya bangun. Setelah makanan terhidang di meja, aku berlalu ke kamar untuk berganti pakaian dan bersiap ke sekolah, sementara Ibu masih melanjutkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga. Inilah rutinitas kami setiap hari.
“Bu, Wulan lelah di sini terus. Sampai kapan kita seperti ini? Kenapa kita tidak pergi saja mencari Ayah?”