Diminta Menjadi Madu
Kemudian fokus kembali pada adonan kue yang sedang di buatnya.
"Serius banget sih," gurau Ningroem terkekeh.
"Kalau gak serius bisa gagal adonannya."
"Aku pamit pulang duluan, ya?"
"Ya, aku ngerti kok, kamu bimbang dengan anakmu 'kan?" Yesi balik bertanya.
"Ya," sahut Ningroem singkat kemudian berlalu dari hadapan Yesi.
Ningroem meninggalkan tempat itu, setelah berpamitan terlebih dahulu kepada majikannya, yang kebetulan ada ditempat itu sedang mengawasi para pegawai. Yang sedang membuat kue dan roti.
Hot Chapters