Cinta di Bawah Langit Cordoba
Ia sempat diam ketika mendengar alunan musik yang sangat indah dan syahdu, bibirnya melengkung membentuk bulan sabit, ia menoleh melihat Elisa bermain biola di depan jendela kamar, otak kanannya kembali bekerja, deretan inspirasi yang semula hilang hadir kembali, ia bergegas dari depan jendela, menutupnya dan duduk kembali didepan laptop, melanjutkan naskah garapannya.
Seperti sebuah peristiwa yang disengaja, Afsheen menulis diiringi dengan musik indah milik Elisa, dan selama itu juga, tangannya lihai menekan tuts tuts keyboard, menyusun kata demi kata, dan membentuk sebuah kalimat.
‘Pertemuan dengannya bukanlah hal yang sempat aku duga, Kehadirannya membuat duniaku ramai dari kata sepi, dia
Bab Populer