SUAMI YANG SEMPURNA
"Entahlah, Rey. Tapi selama seminggu penuh, kamu selalu muncul di dalam mimpiku. Semua tentang masa depan kita terlintas begitu saja di benakku. Dan aku melihat kita bergandengan tangan sampai tua. Tapi ternyata, menuju sampai tua itu tidak semudah yang ada di dalam mimpiku waktu itu. Kita berdua harus melewati jalanan berkerikil dulu agar bisa sampai ke tujuan tanpa tersesat."
Mataku berkaca-kaca, perasaan haru mulai menyelimutiku.
"Dan kamu sendiri ... Kenapa pintu hati kamu bisa terbuka untukku, menginginkan aku kembali, dan bisa mencintai aku?" Kevin balik menanyaiku.
"Karena aku mendapatkan semua jawabannya dari shalat istikharah."
Kevin menatapku tanpa berkedip, mulutnya terbuka tak pe