MADU SATU MERTUA
Ia menoleh, menatap Rasti lekat lalu bertanya serius, “maukah kamu yang mengajarinya untuk hal itu, Rasti?”
“Maksudnya?” tanya Rasti bingung.
“Aku ingin kita menjalani hubungan yang lebih serius ….”
“Tanah kuburan istri Anda masih basah, Pak. Apa kata orang?”
“Aku sudah menyukai kamu sejak lama. Sejak masih mengurus kasus kamu dulu. Namun, aku sadar jika aku pria beristri. Aku bukan bermain hati, tapi sempat ada sebuah rasa jenuh karena istriku tidak bisa melayaniku sebagai mestinya. Bukan aku tidak cinta dia. Tapi, aku lelaki normal yang membutuhkan suasana rumah yang ramai dan hangat. Sejak lama aku berusaha menepis rasa dalam hatiku untu kamu. Aku tetap setia pada istriku sekalipun dalam
Bab Populer